Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot diproyeksikan masih berada dalam tekanan eksternal dan kecemasan pasar domestik terkait isu reklasifikasi pasar saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), Jumat, (23/10/2026). Berdasarkan data perdagangan Kamis (22/10/2026), mata uang Garuda ditutup melemah 38 poin atau 0,21 persen ke level Rp 18.060 per dolar Amerika Serikat (AS), sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia terkoreksi 61 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp 18.047 per dolar AS.
Proyeksi pergerakan mata uang yang dipengaruhi oleh perpaduan sentimen internasional dan domestik dipaparkan oleh Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi.
Dinamika dolar AS, imbal hasil US Treasury, arah kebijakan Federal Reserve, hingga tingginya harga minyak mentah akibat konflik Timur Tengah disoroti oleh Syafruddin sebagai pemicu pembengkakan kebutuhan devisa impor.
Dampak potensi penurunan status pasar saham Indonesia oleh MSCI terhadap kewaspadaan investor aset berbasis rupiah diutarakan lebih lanjut olehnya.

