Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Ekonomi

Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Rp 18.120 per Dolar AS Tertekan Isu MSCI dan Geopolitik

Roska Putra
Roska Putra
Jumat, 23 Oktober 2026 · 09:391 menit baca
Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Rp 18.120 per Dolar AS Tertekan Isu MSCI dan Geopolitik
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp 18.000-Rp 18.120 per dolar AS akibat tekanan isu MSCI dan geopolitik global. (Dok. Ist)

Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot diproyeksikan masih berada dalam tekanan eksternal dan kecemasan pasar domestik terkait isu reklasifikasi pasar saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), Jumat, (23/10/2026). Berdasarkan data perdagangan Kamis (22/10/2026), mata uang Garuda ditutup melemah 38 poin atau 0,21 persen ke level Rp 18.060 per dolar Amerika Serikat (AS), sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia terkoreksi 61 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp 18.047 per dolar AS.

Proyeksi pergerakan mata uang yang dipengaruhi oleh perpaduan sentimen internasional dan domestik dipaparkan oleh Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi.

Dinamika dolar AS, imbal hasil US Treasury, arah kebijakan Federal Reserve, hingga tingginya harga minyak mentah akibat konflik Timur Tengah disoroti oleh Syafruddin sebagai pemicu pembengkakan kebutuhan devisa impor.

Dampak potensi penurunan status pasar saham Indonesia oleh MSCI terhadap kewaspadaan investor aset berbasis rupiah diutarakan lebih lanjut olehnya.

Rupiah Berada di Level Rp17.948 per Dolar AS Menurut Acuan JISDOR
Baca Juga

Rupiah Berada di Level Rp17.948 per Dolar AS Menurut Acuan JISDOR

“Risiko penjualan saham asing dapat merambat ke pasar valuta asing apabila dana dikonversi menjadi dolar,” ujar Syafruddin.

Sikap pasar menanti efektivitas instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) pascakeputusan Bank Indonesia menahan BI Rate di level 5,75 persen dan menaikkan Deposit Facility menjadi 5,00 persen turut menjadi perhatian.

Sentimen pergerakan mata uang AS dan indikator obligasi global yang memegang peranan krusial dijabarkan oleh Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman.

“Dari domestik, sentimen MSCI, arus dana asing, dan efektivitas stabilisasi BI menjadi penentu,” kata Rizal.

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI
Baca Juga

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

Proyeksi pergerakan nilai tukar rupiah untuk perdagangan Jumat diperkirakan oleh Rizal berada pada rentang Rp 18.020 hingga Rp 18.120 per dolar AS dengan kecenderungan melemah terbatas.

Kisar pergerakan rupiah pada rentang Rp 18.000 hingga Rp 18.120 per dolar AS diproyeksikan pula oleh Syafruddin. Batas psikologis Rp 18.000 ditegaskannya membutuhkan perbaikan sentimen bursa saham dan kecukupan pasokan valas agar dapat tertembus.

(Roska)