Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Ekonomi

Kementerian ESDM Pertimbangkan Hentikan Ekspor Gas, Wujud dari Mode Survival Indonesia Ala Prabowo

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Jumat, 23 Oktober 2026 · 09:582 menit baca
Kementerian ESDM Pertimbangkan Hentikan Ekspor Gas, Wujud dari Mode Survival Indonesia Ala Prabowo
Kementerian ESDM mengkaji penghentian ekspor gas ke negara tetangga sebagai bentuk penerapan strategi mode survival ala Presiden Prabowo. (Dok. Ist)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi rencana penghentian ekspor gas ke negara tetangga guna memprioritaskan pasokan kebutuhan energi dalam negeri. Langkah tersebut merupakan respons atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam survival mode atau kondisi bertahan hidup di tengah dinamika geopolitik global.

Penyesuaian strategi pasokan komoditas energi demi memenuhi kebutuhan domestik dipaparkan oleh Bahlil pada Rabu (21/10/2026) malam.

“Jadi, kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya,” kata Bahlil.

Tugas penyesuaian program di seluruh kementerian dalam menerjemahkan strategi bertahan hidup nasional ditegaskan lebih lanjut olehnya.

Prabowo Soroti Kebocoran SDA, Perintahkan Ekspor Komoditas Satu Pintu Lewat Danantara
Baca Juga

Prabowo Soroti Kebocoran SDA, Perintahkan Ekspor Komoditas Satu Pintu Lewat Danantara

“Ya memang harus kita survival. Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai presiden, pasti apa yang disampaikan Bapak Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program untuk menuju pada survival,” imbuh Bahlil.

Sebelumnya, kondisi geopolitik dunia yang dinilai tidak lagi memiliki tatanan internasional yang mengikat telah dibeberkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

“Sekarang adalah politik berdasarkan kekuatan. Siapa yang kuat dia akan survive, yang tidak kiat kita lihat apa yang terjadi di Timur Tengah, di mana-mana, yang tidak kuat akan punah,” ujar Prabowo.

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI
Baca Juga

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

Pentingnya pengamanan aset dan sumber daya alam nasional sebagai langkah utama untuk bertahan hidup ditekankan oleh Kepala Negara.

“Kita sekarang berada dalam kondisi harus survival. Kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita, kekayaan kita, sumber alam kita,” ucap Prabowo.

Pernyataan bahwa kebijakan bertahan hidup berfokus utama pada perlindungan rakyat serta keterbukaan hubungan diplomatik bebas aktif diutarakan oleh Presiden.

“Banyak negara di dunia sekarang mengalami seperti kita. Dalam keadaan survival, yang utama adalah kepentingan nasional dan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Prinsip politik luar negeri the good neighbor policy tanpa berpihak pada blok militer mana pun dijabarkan oleh Prabowo.

“Saya keliling, saya mau kerja sama dengan mereka. Apa yang mereka minta, sebagian besar saya ikuti dan itu yang kita berusaha kita pegang teguh. Lebih luas dari region kita, wilayah kita, kita juga menjaga, sehingga kita bisa diterima. Kita tidak mau ikut blok manapun, kita tidak mau ikut pakta-pakta militer manapun. Kita hormati, kita tidak mau terlibat,” imbuhnya.

Subsidi Batu Bara Dinilai Hambat Transisi Energi Terbarukan di Indonesia
Baca Juga

Subsidi Batu Bara Dinilai Hambat Transisi Energi Terbarukan di Indonesia

Peluang penerapan efisiensi anggaran pemerintah secara mendalam turut disampaikan oleh Presiden.

“Saudara-saudara sekalian kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti,” tegas Prabowo.

Sikap tegas menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun ancaman dari lembaga internasional diutarakan kembali olehnya.

“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah,” tegasnya.

Penegasan terkait ketahanan posisi Indonesia atas indikator keuangan global disampaikan oleh Prabowo sebelum mengakhiri paparannya.

“Rakyat kita berharap lebih banyak, kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak, ya kan. Kita terus dihadang. Ada apa itu, macam-macam lah, MSCI, macam-macam, ya kan. Dia mau, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!” tegas Prabowo.

(Tony)