Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Peneliti Untan Ungkap Penyebab Cacing Muncul Di Sungai Kapuas Yang Viral

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 23 Oktober 2026 · 07:541 menit baca
Peneliti Untan Ungkap Penyebab Cacing Muncul Di Sungai Kapuas Yang Viral
Peneliti Untan menegaskan kemunculan cacing Polychaeta di Sungai Kapuas merupakan fenomena alami pasang air laut dan bukan disebabkan pencemaran. (Dok. Iwan)

Fenomena kemunculan cacing di perairan Sungai Kapuas, Kota Pontianak, yang sempat memicu tanda tanya dan kekhawatiran warga akhirnya mendapat penjelasan ilmiah dari otoritas akademis. Peneliti ekologi perairan dan sistematika hewan air dari Jurusan Biologi Universitas Tanjungpura, Junardi, mengidentifikasi organisme tersebut sebagai kelompok Polychaeta atau cacing berambut sikat.

Junardi menjelaskan bahwa cacing laut yang secara normal hidup di dalam sedimen dasar atau lumpur perairan tersebut dapat naik ke permukaan akibat dua faktor utama. Kemungkinan pertama berkaitan dengan durasi pasang air asin yang relatif lama, di mana organisme ini bergerak mengikuti aliran air demi memburu sumber pakan alami seperti mikroalga dan plankton. Sedangkan kemungkinan kedua erat kaitannya dengan siklus reproduksi atau musim pemijahan, di mana cacing bergerak mengikuti pasang air untuk melepaskan sel kelamin.

Kendati demikian, pihak peneliti menegaskan bahwa faktor pemicu tersebut masih memerlukan pembuktian ilmiah yang komprehensif melalui uji sampel di laboratorium.

“Keduanya butuh pemeriksaan sampel lebih lab,” ungkap Junardi dalam keterangannya Kamis (22/10/2026).

Aksi “Rakyat Kalbar Menggugat” di Bundaran Digulis Tuntut Usut Tuntas Kekerasan Demo Karhutla
Baca Juga

Aksi “Rakyat Kalbar Menggugat” di Bundaran Digulis Tuntut Usut Tuntas Kekerasan Demo Karhutla

Di tengah kekhawatiran publik yang mengaitkan kemunculan organisme ini dengan penurunan kualitas lingkungan, Junardi secara tegas membantah adanya korelasi antara fenomena biologis tersebut dengan pencemaran air sungai. Menurutnya, dinamika kemunculan Polychaeta merupakan siklus alami yang lazim terjadi di perairan yang dipengaruhi pasang surut air laut.

“Tidak ada hubungannya dengan pencemaran Sungai Kapuas karena itu merupakan fenomena biasa untuk cacing Polychaeta,” jelasnya.

Menanggapi keresahan yang sempat timbul di tengah masyarakat, Junardi mengimbau agar warga tidak panik atau merespons secara berlebihan. Secara biologis, cacing Polychaeta dipastikan aman bagi manusia serta menyimpan potensi ekonomi dan ekologis yang tinggi karena kaya akan protein, sehingga sangat ideal dimanfaatkan sebagai pakan bernutrisi tinggi untuk sektor perikanan dan peternakan.

“Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir karena cacing itu tidak berbahaya buat manusia, malah bisa dijadikan pakan ternak, pakan udang, ikan karena memiliki kandungan protein tinggi,” pungkas Junardi.

(Hendrawan)