Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

BNPB Rilis Laporan Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kebakaran TPA

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 26 Oktober 2026 · 16:281 menit baca
BNPB Rilis Laporan Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kebakaran TPA
BNPB merilis laporan penanganan bencana banjir di Sumatera Utara, angin kencang di Aceh, serta pemadaman kebakaran TPA Supit Urang Malang. (Dok. BPBD Kota Malang)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau perkembangan penanganan serangkaian bencana hidrometeorologi basah di Pulau Sumatera serta kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Jawa Timur berdasarkan data terkini, Senin, (26/10/2026). Peristiwa banjir melanda enam kelurahan di empat kecamatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, akibat luapan sungai dan kerusakan tanggul pascahujan lebat sejak Jumat (23/10/2026). Insiden tersebut berdampak pada 424 jiwa, 106 unit rumah, satu rumah hanyut, serta merusak akses jalan lokal.

Banjir dan tanah longsor dilaporkan pula melanda Dusun V Sukumblin, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, yang merusak lima hektare lahan pertanian, delapan titik jalan, serta satu unit jembatan. Sementara itu, cuaca ekstrem angin kencang menerjang Gampong Pusong Lama dan Meunasah Mee di Kota Lhokseumawe, Aceh, pada Minggu (25/10/2026) malam, yang mengakibatkan satu unit rumah rusak ringan dan 27 unit kos rusak berat.

Pada lokasi lain, kebakaran melanda TPA Supit Urang di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, sejak Kamis (22/10/2026) sore dengan luasan area terbakar mencapai 15,5 hektare. Penanganan pemadaman darat oleh tim gabungan sempat terkendala angin kencang serta minimnya vegetasi, hingga proses pembasahan terus dilanjutkan guna mengendalikan kepulan asap.

BNPB Catat Karhutla Mendominasi, Lahan Terbakar di Raja Ampat Tembus 357 Hektare
Baca Juga

BNPB Catat Karhutla Mendominasi, Lahan Terbakar di Raja Ampat Tembus 357 Hektare

Imbauan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana iklim dan potensi kebakaran disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai diimbau waspada dan segera melakukan evakuasi apabila hujan lebat mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan membatasi jarak pandang serta terjadi kenaikan debit air,” ujar Berton.

Peringatan bagi warga di kawasan perbukitan, pemukiman padat, serta penghentian aktivitas pembakaran terbuka ditegaskan kembali oleh pihak BNPB sebelum menutup keterangannya.

Karhutla Landa Tiga Provinsi, BNPB Catat Titik Api di Sulawesi hingga Bangka Belitung
Baca Juga

Karhutla Landa Tiga Provinsi, BNPB Catat Titik Api di Sulawesi hingga Bangka Belitung

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dan melaporkan kepada petugas berwenang jika menemukan titik api agar dapat ditangani secara cepat untuk mencegah api meluas,” ulas keterangan tersebut.

(Dayank Ana)