Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyoroti keberadaan sekitar 400 jalur tidak resmi atau jalur tikus di wilayah perbatasan Kalimantan Barat yang berpotensi menjadi akses keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara nonprosedural ke Malaysia, Jumat (25/9/26).
Banyaknya perlintasan tidak resmi tersebut menjadi tantangan besar dalam memperkuat pengawasan perbatasan, sekaligus memutus mata rantai perekrutan pekerja migran oleh agen maupun sindikat ilegal.
Kondisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat pengawasan memerlukan perhatian khusus, mengingat jumlah pos pengamanan resmi saat ini belum sebanding dengan sebaran titik rawan.
“Memang posnya cuma 52, jalur tikusnya ada 400, sehingga tidak mampu untuk mengawasi yang 400 itu. Tetapi karena sudah diketahui titik-titiknya, mungkin akan lebih mudah untuk dilakukan pengawasan lebih ketat, terutama oleh aparat penegak hukum,” ujar Yahya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat.


