Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla, Disdikbud Kubu Raya Kembali Melakukan PJJ

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 19 Agustus 2026 · 07:271 menit baca
Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla, Disdikbud Kubu Raya Kembali Melakukan PJJ
Disdikbud Kubu Raya alihkan PTM ke pembelajaran daring pada 19-22 Agustus 2026 imbas kualitas udara PM2.5 masuk kategori berbahaya akibat kabut asap karhutla. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kubu Raya menghentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan mengalihkannya ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring mulai 19 hingga 22 Agustus 2026. Langkah ini diambil menyusul tingginya polusi udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membahayakan kesehatan.

Penghentian PTM mengacu pada data BMKG Kalimantan Barat pada Selasa (18/8/2026) pagi, yang mencatat konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Kubu Raya mencapai 96,9 µg/m³ atau masuk kategori berbahaya.

Kepala Disdikbud Kubu Raya, Syarif Muhammad Firdaus, menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama penarikan siswa dari ruang kelas.

“Memperhatikan kondisi kualitas udara yang kembali menurun, pembelajaran terpaksa kita kembalikan ke PJJ daring terhitung 19 sampai 22 Agustus 2026. Kebijakan ini kita ambil sebagai komitmen untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik serta GTK,” kata Firdaus.

BNPB Rilis Pemutakhiran Bencana Nasional, Karhutla dan Krisis Air Bersih Meluas
Baca Juga

BNPB Rilis Pemutakhiran Bencana Nasional, Karhutla dan Krisis Air Bersih Meluas

Kendati demikian, Firdaus memastikan bahwa pengalihan ini bukan berarti meliburkan proses belajar mengajar. Pendidik tetap diwajibkan mengawal materi pembelajaran secara efektif dari rumah.

“Pembelajaran tetap berjalan. Guru dan tenaga kependidikan kami minta memastikan materi dan tugas tersampaikan kepada peserta didik secara efektif selama PJJ,” ujarnya.

Selain meminta guru tetap aktif, Disdikbud mengimbau para orang tua untuk membatasi ruang gerak anak di luar rumah dan melarang area sekolah melakukan pembakaran sampah atau lahan.

“Kami mengimbau para orang tua memastikan anak-anaknya tidak beraktivitas di luar rumah selama periode PJJ. Jika terdapat kondisi yang mengharuskan beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker medis atau masker dengan filtrasi yang baik dianjurkan,” imbau Firdaus.

Hadapi Musim Hujan, Gubernur Kalbar Ria Norsan Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem
Baca Juga

Hadapi Musim Hujan, Gubernur Kalbar Ria Norsan Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem

Pelaksanaan PJJ ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala sesuai dengan fluktuasi indeks kualitas udara di wilayah Kubu Raya.

(Hendrawan)