Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Disperin Kalsel Gandeng Perusahaan Osaka Jajaki Ekspor Kerajinan Lokal ke Jepang

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Senin, 12 Oktober 2026 · 11:272 menit baca
Disperin Kalsel Gandeng Perusahaan Osaka Jajaki Ekspor Kerajinan Lokal ke Jepang
Pertemuan Dinas Perindustrian Kalsel dengan Long Tail Company Osaka, Jepang. (Dok. Scw/MC Kalsel)

Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen mendorong perluasan akses pasar bagi produk kerajinan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar mampu menembus pasar internasional.

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan South Kalimantan Handicraft MSMEs Partnership Meeting bersama Long Tail Company dari Osaka, Jepang.

Mengusung tema “Market Access & Export Opportunities for Local Handicraft to Japan”, kegiatan ini dilangsungkan di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026).

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, menjelaskan bahwa pertemuan ini dirancang untuk mempertemukan langsung para pelaku UMKM kerajinan daerah dengan mitra bisnis potensial asal Jepang, sekaligus membuka peluang pemasaran produk-produk unggulan Banua di kancah global.

Pemprov Kalsel Pacu Ekonomi Kerakyatan Lewat Digitalisasi UMKM dan Evaluasi Sentra IKM
Baca Juga

Pemprov Kalsel Pacu Ekonomi Kerakyatan Lewat Digitalisasi UMKM dan Evaluasi Sentra IKM

“Melalui pertemuan ini, kami ingin memperkenalkan potensi kerajinan Kalimantan Selatan yang beragam dan memiliki ciri khas. Kami berharap produk-produk UMKM daerah dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional, khususnya Jepang, sehingga membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan bagi para perajin lokal,” ujar Miftahul Chair di Banjarbaru, Senin (12/10/2026).

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Long Tail Company, Mr. Mitsutaka, mengungkapkan ketertarikannya terhadap ragam produk kerajinan yang memiliki keunikan serta karakteristik khas khususnya produk-produk yang belum banyak ditemukan di pasaran Jepang. Rencananya, produk-produk terpilih tersebut akan dipasarkan melalui jaringan penjualan daring (online) maupun luring (offline).

Mr. Mitsutaka sendiri selama ini telah berpengalaman memasarkan sejumlah produk asal Indonesia melalui Osan Indonesia. Melalui penjajakan kerja sama baru ini, jangkauan pemasaran diharapkan semakin luas dengan menghadirkan lebih banyak produk kerajinan khas Kalimantan Selatan yang menonjolkan nilai estetika, keunikan bahan baku, serta daya tarik tersendiri bagi konsumen di Jepang.

Deretan Produk Kerajinan Unggulan Kalsel

Gandeng Perusahaan Jepang, Fakultas Teknik Untan Buka Peluang Karir Konstruksi Global
Baca Juga

Gandeng Perusahaan Jepang, Fakultas Teknik Untan Buka Peluang Karir Konstruksi Global

Merespons antusiasme tersebut, Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan memaparkan sejumlah pilihan produk kerajinan unggulan daerah yang siap dikembangkan untuk memenuhi standar ekspor, di antaranya:

  • Kerajinan berbahan dasar kayu

  • Kain sasirangan dengan pewarna alam maupun kimia

  • Produk ecoprint dan sacoprint

  • Aneka kerajinan anyaman berbahan eceng gondok, rotan, dan purun

  • Berbagai produk rajutan yang potensial disesuaikan dengan kebutuhan tren pasar internasional

Kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke Kalbar, Anugerahi Personel Militer Jepang Satyalancana
Baca Juga

Kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke Kalbar, Anugerahi Personel Militer Jepang Satyalancana

Keragaman komoditas ini dinilai menjadi kekuatan utama UMKM kerajinan Kalimantan Selatan. Kombinasi antara keterampilan tangan perajin lokal, pemanfaatan material ramah lingkungan, serta inovasi desain yang unik diyakini mampu mendongkrak daya saing di pasar global.

Miftahul Chair menambahkan, langkah penjajakan akses pasar internasional ini sangat penting agar pelaku UMKM tidak hanya berpuas diri di pasar domestik, melainkan mulai mempersiapkan kualitas produknya agar siap ekspor.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap kemitraan strategis ini tidak hanya membuat kerajinan Banua semakin mendunia, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan nilai tambah produk, kesejahteraan serta pendapatan para perajin, serta menggairahkan pertumbuhan industri kecil di Kalimantan Selatan.

(Rudi)