Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Penumpang Domestik Bandara Sepinggan Turun 10,52 Persen

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 14 Oktober 2026 · 10:381 menit baca
Penumpang Domestik Bandara Sepinggan Turun 10,52 Persen
Penumpang domestik di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan turun 10,52 persen menjadi 3,1 juta orang imbas tiket pesawat mahal dan ekonomi global. (Dok. DPMPTSP Balik Papan)

Jumlah pergerakan penumpang rute domestik di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengalami penurunan sebesar 10,52 persen sepanjang Januari hingga September 2026, Rabu, (14/10/2026). Total pergerakan tercatat mencapai 3,1 juta orang, menyusut dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.

Penurunan volume penumpang serta pergerakan pesawat udara tersebut dipaparkan oleh General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar, dalam seminar virtual dinamika transportasi di Balikpapan, Selasa, (13/10/2026).

“Jumlah penumpang pada Januari–September 2026 mencapai sekitar 3,1 juta orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 3,5 juta penumpang,” kata R Iwan Winaya Mahdar, Selasa, (13/10/2026).

Penurunan frekuensi pergerakan armada pesawat tercatat menyusut 10,66 persen, dengan laju pertumbuhan penumpang hanya bergerak positif pada Maret 2026 akibat momen mudik Idulfitri. Tren penurunan hingga dua digit justru terjadi pada Januari, Februari, dan April sampai Agustus 2026 akibat gejolak ekonomi global serta tingginya tarif tiket pesawat.

Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Kalimantan Timur Kompak Turun
Baca Juga

Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Kalimantan Timur Kompak Turun

Di sisi lain, lonjakan justru terjadi pada rute internasional dengan kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 13,76 persen pada semester pertama 2026, yakni mencapai 72.747 orang dari periode sebelumnya 63.947 orang.

Peningkatan arus kedatangan pelancong luar negeri ke Kalimantan Timur tersebut diuraikan dalam keterangannya.

“Kunjungan internasional mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Wisatawan asing tersebut di antaranya berasal dari Brunei Darussalam, Malaysia, Tiongkok, Singapura, India, Australia, Inggris, Korea Selatan, Filipina, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, hingga Jepang,” kata R Iwan Winaya Mahdar.

Daya tarik pembangunan Ibu Kota Nusantara dipandang menjadi faktor pengungkit tingginya kedatangan turis asing, terutama dari Tiongkok, sehingga pembukaan penerbangan langsung dari negara tersebut terus diupayakan untuk menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata daerah.

(Dayank Ana)