Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Penerbangan Baru ke Krayan Disiapkan, Pemkab Nunukan Sambut Baik

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Senin, 2 November 2026 · 07:222 menit baca
Penerbangan Baru ke Krayan Disiapkan, Pemkab Nunukan Sambut Baik
Penerbangan baru dari PT Marege Rajawali Perkasa direncanakan melayani rute Tarakan-Krayan dan Tarakan-Malinau akhir 2026. Pemkab Nunukan menyambut positif. (Dok. Kemenhub RI)

PT Marege Rajawali Perkasa berencana menghadirkan penerbangan baru di Kalimantan Utara (Kaltara) pada akhir 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menyambut positif rencana layanan penerbangan mandiri tersebut dan berharap itu bisa menjadi solusi persoalan transportasi udara di wilayah perbatasan.

Selama ini, terbatasnya kuota penerbangan bersubsidi membuat warga dataran tinggi Krayan kerap mengantre dan kesulitan mendapatkan tiket pesawat. Plt Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Nunukan, Beny Patisadia, mengakui antrean tiket yang padat sering terjadi di Tarakan maupun Nunukan.

“Sering terjadi masyarakat sulit mendapatkan tiket dan sering mengantri tiket, baik yang terjadi di Kota Tarakan maupun di Nunukan,” ujar Beny mengutip dari detikKalimantan, Minggu (1/11/2026).

Menurut Beny, lonjakan penumpang biasanya memuncak menjelang libur sekolah, acara reuni warga Krayan, hingga momen Natal dan Tahun Baru.

Serapan Anggaran Bedah Rumah di Kaltara 80,65 Persen, tetapi Baru 293 dari 3.091 Unit Selesai
Baca Juga

Serapan Anggaran Bedah Rumah di Kaltara 80,65 Persen, tetapi Baru 293 dari 3.091 Unit Selesai

Penerbangan di Nunukan saat ini dilayani armada Susi Air melalui program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) APBD Nunukan dengan frekuensi 4,5 kali per minggu. Selain itu, ada penerbangan subsidi APBN sebanyak dua kali per minggu.

Beny menyebut kapasitas pesawat menjadi kendala utama dalam melayani lonjakan penumpang.

“Meski demikian, keterbatasan seat yang hanya berkapasitas 12 kursi per penerbangan membuat moda transportasi utama masyarakat perbatasan tersebut belum sepenuhnya mampu menampung lonjakan penumpang,” sambungnya.

BNPPDT Matangkan Pembangunan Jalan Akses Perbatasan Kalimantan Utara Sepanjang 994 Kilometer
Baca Juga

BNPPDT Matangkan Pembangunan Jalan Akses Perbatasan Kalimantan Utara Sepanjang 994 Kilometer

Karena itu, hadirnya opsi penerbangan nonsubsidi dari pihak swasta dinilai krusial untuk mengurai antrean panjang dan mempermudah mobilitas masyarakat umum, wisatawan, hingga aparatur pemerintahan.

Harapan tersebut disampaikan Beny dengan menekankan manfaat adanya pilihan bagi masyarakat.

“Jika ada penerbangan mandiri hadir, maka akan membantu dengan adanya pilihan masyarakat serta dapat mengurai antrean tiket dan memberikan akses kepada masyarakat secara luas,” jelasnya.

Layanan itu direncanakan menghubungkan dua rute pergi-pulang (PP) di Kaltara. Rute pertama menghubungkan Bandara Juwata Tarakan dengan Bandara Kolonel RA Bessing di Malinau. Rute kedua membuka konektivitas langsung dari Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara Yuvai Semaring di Krayan/Long Bawan.

Armada yang direncanakan melayani kedua rute tersebut adalah pesawat jenis Cessna Caravan dan Pilatus Porter.

Peringatan HUT Ke-14 Kaltara, Pemprov Rumuskan Tiga Fokus Pembangunan
Baca Juga

Peringatan HUT Ke-14 Kaltara, Pemprov Rumuskan Tiga Fokus Pembangunan

Meski menyambut baik, Pemkab Nunukan memberikan catatan kepada pihak maskapai. Beny menyatakan maskapai perlu mengkaji kondisi ekonomi warga setempat sebelum menentukan kisaran tarif.

“Perlu juga maskapai melakukan kajian singkat terhadap kemampuan daya beli masyarakat dan aspek-aspek lain terhadap layanan transportasi tersebut,” imbau Beny.

Sebelumnya, warga perbatasan Kaltara diberitakan tengah menantikan masuknya penerbangan baru dari PT Marege Rajawali Perkasa.

(Dayank Ana)