Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil mematangkan persiapan survei lapangan untuk pemetaan empat ruas rencana pembangunan jalan akses perbatasan negara di Provinsi Kalimantan Utara sepanjang 994,89 kilometer.
Langkah koordinasi teknis peninjauan lokasi perbatasan tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPPDT, Edi Nurhabad, bersama perwakilan kementerian dan lembaga terkait di Jakarta pada Rabu, (28/10/2026).
Pentingnya penyesuaian perencanaan pusat dengan aspirasi serta kondisi riil di wilayah perbatasan ditekankan oleh pihak BNPPDT.
“Pertama, kita membahas pembentukan tim yang akan eninjau lokasi di Kalimantan Utara, terutama daerah-daerah yang menjadi prioritas pembangunan berdasarkan usulan dari bawah hingga ke pemerintah pusat,” ujar Edi Nurhabad, Kamis, (29/10/2026).



