Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Gedung Induk Museum Lambung Mangkurat Ditutup Dua Bulan untuk Revitalisasi Rp1,8 Miliar

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Kamis, 29 Oktober 2026 · 11:591 menit baca
Gedung Induk Museum Lambung Mangkurat Ditutup Dua Bulan untuk Revitalisasi Rp1,8 Miliar
Gedung induk Museum Lambung Mangkurat Kalsel ditutup sementara selama November-Desember 2026 untuk revitalisasi tata pamer senilai Rp1,8 miliar. (Dok. Muslam)

Gedung induk Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan dipastikan tutup sementara bagi kunjungan umum selama dua bulan menyusul pelaksanaan proyek revitalisasi tata pamer senilai Rp1,8 miliar.

Pengerjaan pembenahan sarana pamer dan vitrin koleksi tersebut didanai melalui alokasi anggaran Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang dikoordinasikan sejak pekan sebelumnya.

Rincian alokasi anggaran serta fokus pengerjaan fisik di dalam gedung induk dipaparkan oleh Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya.

“Berdasarkan hasil koordinasi terakhir dengan Kementerian Kebudayaan RI, Museum Lambung Mangkurat mendapatkan alokasi anggaran Rp1,8 miliar untuk memperbaiki tata pamer atau vitrin-vitrin yang ada di dalam gedung induk,” ujar Ady Surya, Kamis, (29/10/2026).

Pemerintah Pusat Salurkan Rp10 Miliar per Kabupaten/Kota di Kalsel untuk Penanganan Karhutla
Baca Juga

Pemerintah Pusat Salurkan Rp10 Miliar per Kabupaten/Kota di Kalsel untuk Penanganan Karhutla

Jadwal pelaksanaan perbaikan yang ditargetkan mulai pada awal November hingga Desember 2026 diuraikan lebih lanjut olehnya.

“Rencananya, kegiatan revitalisasi sudah dimulai pada awal November. Selama proses revitalisasi atau pemeliharaan berlangsung, gedung induk akan ditutup secara total hingga sekitar Desember. Mudah-mudahan pada Januari nanti gedung induk sudah bisa dibuka kembali secara normal,” jelas Ady Surya.

Rencana pengembangan fasilitas berbasis teknologi digital yang diupayakan melalui APBD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2027 turut disampaikan oleh pihak pengelola.

“Kalau melihat nilai Rp1,8 miliar, kami memperkirakan anggaran ini difokuskan untuk vitrin atau tempat tata pamer. Untuk digitalisasi, kami akan mengupayakannya lagi. Mudah-mudahan pada 2027 APBD juga bisa memfasilitasi kebutuhan tersebut karena keinginan kami untuk menjadikan museum sebagai museum digital sangat tinggi,” ungkap Ady Surya.

Pemprov Kalsel Keluhkan Dana TKD dan DBH Senilai Rp3 Triliun Masih Tertahan di Pusat
Baca Juga

Pemprov Kalsel Keluhkan Dana TKD dan DBH Senilai Rp3 Triliun Masih Tertahan di Pusat

Meskipun area gedung induk ditutup secara menyeluruh, pengelola memastikan pengunjung masih dapat mengakses pameran koleksi unggulan pada area pendukung lainnya yang tetap dibuka.

(Dayank Ana)