Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Lingkungan

Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Bibit Pohon di Lahan Bekas Karhutla Tahura Bukit Soeharto

Memei
Memei
Senin, 2 November 2026 · 07:433 menit baca
Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Bibit Pohon di Lahan Bekas Karhutla Tahura Bukit Soeharto
Otorita IKN dan komunitas Borneo Kind menanam 1.000 bibit pohon endemik Kalimantan di lahan bekas kebakaran Tahura Bukit Soeharto, Sabtu (31/10/2026). (Dok. OIKN)

Seribu bibit pohon ditanam di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, Sabtu (31/10/2026). Penanaman di kilometer 47 Jalan Poros Samarinda-Balikpapan itu melibatkan komunitas Borneo Kind sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan pascakebakaran.

Bibit yang ditanam terdiri atas jenis pohon kayu-kayuan endemik Kalimantan, yakni balangeran, bangris, tengkawang, kapur, gaharu, nyamplung, dan meranti. Selain itu, ditanam pula tanaman multiguna atau Multi Purpose Tree Species (MPTS) jenis durian.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menyatakan penanaman pohon perlu menjadi kebiasaan yang dilakukan konsisten, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menyebut Otorita IKN telah menjadikan penanaman pohon sebagai aktivitas rutin.

“Kami di Otorita IKN sudah menjadi lifestyle. Bukan seremonial. Saya boleh challenge, kami dua minggu sekali nanam pohon di Otorita IKN. Makanya kami sangat mendukung dan terlibat dalam kegiatan Borneo Kind ini,” kata Basuki.

Webinar Gambut: BPGMN Dinilai Perlu Penanggung Jawab Operasional di Daerah
Baca Juga

Webinar Gambut: BPGMN Dinilai Perlu Penanggung Jawab Operasional di Daerah

Menurut Basuki, upaya menjaga dan memulihkan hutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah maupun komunitas disebut tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan lingkungan.

“Kami sendiri tidak akan sanggup, tidak akan efektif, (instansi) kehutanan sendiri tidak akan efektif, Borneo (kind) sendiri mungkin juga harus berkolaborasi dengan yang lain. Jadi saya kira kerja sama ini harus kita teruskan. Saya ingin Kalimantan Timur menanam pohon menjadi lifestyle,” ujarnya.

Borneo Kind merupakan komunitas yang awalnya beranggotakan kreator konten. Ketua Borneo Kind, Wawan Irawan, menjelaskan komunitas itu kini membuka keterlibatan lebih luas bagi masyarakat untuk merespons persoalan lingkungan.

“Saya adalah seorang konten creator dipercaya teman-teman memimpin Borneo Kind, Borneo Kind itu sebetulnya adalah komunitas konten creator tapi sekarang sudah menyebar masyarakat boleh ikut menanggapi isu-isu lingkungan seperti isu karhutla. Hari ini adalah bagian dari bagian kita melawan isu Karhutla yaitu dengan cara menanam pohon,” kata Wawan.

BNPB Jajaki Kerja Sama Malaysia dalam Penanganan Karhutla
Baca Juga

BNPB Jajaki Kerja Sama Malaysia dalam Penanganan Karhutla

Wawan menyebut karhutla berdampak negatif bagi masyarakat, terutama di Kalimantan. Dampak yang paling dirasakan langsung adalah asap akibat kebakaran.

“Kenapa kita harus peduli dengan isu karhutla ini? Pertama adalah Karhutla ini memberikan dampak yang sangat negatif bagi kita masyarakat khususnya di Kalimantan dampak negatif yang paling kita rasakan adalah asapnya itu,” ujarnya.

Bagi Borneo Kind, penanaman di Tahura Bukit Soeharto bukan kegiatan sekali jalan. Wawan menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian pertama dari rangkaian gerakan Save Our Forest yang direncanakan berlanjut.

“Borneo Kind temanya Save Our Forest ini enggak cuma hari ini aja. Jadi kami akan terus continue akan berkelanjutan ini baru volume satu. Akan ada volume dua, volume tiga, volume empat, khusus untuk Save Forest ini,” kata Wawan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat terlibat dalam gerakan itu. Menurut Wawan, Tahura Bukit Soeharto merupakan kawasan konservasi yang memiliki beragam ekosistem hayati, termasuk flora dan fauna yang perlu dijaga.

“Saya berharap Kalimantan itu hutannya bisa kembali seperti semula lagi, khususnya di Tahura, ini adalah wilayah konservasi dimana banyak ekosistem hayatinya, satwa flora dan faunanya bisa kembali seperti dulu lagi,” ujarnya.

Hujan Guyur Kalsel dan Kalteng, BMKG Masih Deteksi Titik Panas
Baca Juga

Hujan Guyur Kalsel dan Kalteng, BMKG Masih Deteksi Titik Panas

Pesan soal pentingnya menjaga hutan juga disampaikan Basuki. Ia mengingatkan bahwa hubungan manusia dengan alam perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kelestarian kawasan hutan.

“Alam adalah ibu, bila engkau menyakitinya engkau akan kehilangan pelukan terhangat dalam hidupmu. Jadi saya kira save our forest is a must. Jangan jadikan selogan saja tapi is a must. Save our forest is a must kita teruskan,” kata Basuki.

Melalui penanaman ini, Otorita IKN dan Borneo Kind berharap kerja sama pemulihan kawasan pascakebakaran dapat terus berlanjut. Keterlibatan komunitas dan masyarakat diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama menjaga keberlanjutan hutan Kalimantan.

(Memei)