Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

BNPB Dorong Pemda Gunakan inaRISK untuk Mitigasi Bencana di Banjarmasin

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Senin, 2 November 2026 · 08:591 menit baca
BNPB Dorong Pemda Gunakan inaRISK untuk Mitigasi Bencana di Banjarmasin
BNPB dan Kemendagri membahas pengembangan sistem informasi kebencanaan inaRISK di Banjarmasin, termasuk mitigasi banjir rob, Kamis (29/10/2026). (Dok. Ist)

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Rapat Identifikasi dan Analisis dalam Pengembangan Sistem Informasi terkait mitigasi bencana di Banjarmasin. Rapat itu antara lain membahas mitigasi banjir rob yang kerap terjadi di kota tersebut.

Analis Kebencanaan Ahli Muda dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi BNPB, Sesa Wiguna, menjelaskan pemerintah daerah (pemda) dapat menggunakan aplikasi inaRISK. Informasi yang rencananya tersedia dalam sistem tersebut mencakup wilayah yang terendam air, potensi banjir, dan peringatan air pasang.

“Melalui inaRISK ini kita bisa mengetahui informasi-informasi mengenai kebencanaan. Misal ada gempa, atau banjir juga bisa terdeteksi dari sini,” kata Sesa, Kamis (29/10/2026) malam.

Menurut Sesa, penggunaan inaRISK dapat mempermudah pemda dalam menanggulangi bencana, sekaligus memudahkan penyampaian informasi kepada masyarakat. Lewat aplikasi itu, masyarakat dapat mengakses informasi bencana dalam tiga tahap, yakni mitigasi sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi.

Turnamen Biliar Antarwartawan di Banjarmasin Jaring Atlet untuk Porwanas 2027 di Lampung
Baca Juga

Turnamen Biliar Antarwartawan di Banjarmasin Jaring Atlet untuk Porwanas 2027 di Lampung

Hal tersebut disampaikan Sesa dalam penjelasannya tentang manfaat aplikasi bagi warga.

“Nanti dari inaRISK ini yang akan membantu masyarakat untuk melakukan apa saja saat bencana itu belum terjadi, tengah terjadi, atau sesudah terjadi,” ujar Sesa.

Sesa menyebut BNPB melalui inaRISK dapat mengeluarkan tiga hal. Pertama, informasi bahaya terkait fenomena yang akan terjadi. Kedua, kerentanan terkait objek yang terdampak. Ketiga, kapasitas terkait bantuan dan sebagainya. Cara kerja aplikasi itu dijelaskan Sesa berdasarkan fitur penentuan lokasi pengguna.

“Sehingga kalau kita buka inaRISK, dia menuju ke lokasi kita berada, kalau kita klik informasi bahaya, dia akan menunjukkan ancaman yang bisa terjadi,” jelas Sesa.

Tertibkan Ekstraksi Bahari, Balai PK Pontianak Sisir Izin Pemanfaatan Air Laut 10 Industri Besar di Kalsel
Baca Juga

Tertibkan Ekstraksi Bahari, Balai PK Pontianak Sisir Izin Pemanfaatan Air Laut 10 Industri Besar di Kalsel

Sistem informasi inaRISK telah diluncurkan sejak 2016 dan kini memasuki usia 10 tahun. Sesa berharap aplikasi tersebut terus disosialisasikan, termasuk lewat rapat yang digelar di Banjarmasin. Harapan itu disampaikan Sesa dengan menekankan manfaat pemantauan lintas pihak.

“Dengan terus disosialisasikan, maka komunikasi kebencanaan daerah bisa termonitor melalui aplikasi. Sehingga baik masyarakat, pemda dan pemerintah pusat bisa mengetahui kondisi riil di lapangan,” sebutnya.

(Tony)