PT Marege Rajawali Perkasa berencana menghadirkan penerbangan baru di Kalimantan Utara (Kaltara) pada akhir 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menyambut positif rencana layanan penerbangan mandiri tersebut dan berharap itu bisa menjadi solusi persoalan transportasi udara di wilayah perbatasan.
Selama ini, terbatasnya kuota penerbangan bersubsidi membuat warga dataran tinggi Krayan kerap mengantre dan kesulitan mendapatkan tiket pesawat. Plt Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Nunukan, Beny Patisadia, mengakui antrean tiket yang padat sering terjadi di Tarakan maupun Nunukan.
“Sering terjadi masyarakat sulit mendapatkan tiket dan sering mengantri tiket, baik yang terjadi di Kota Tarakan maupun di Nunukan,” ujar Beny mengutip dari detikKalimantan, Minggu (1/11/2026).
Menurut Beny, lonjakan penumpang biasanya memuncak menjelang libur sekolah, acara reuni warga Krayan, hingga momen Natal dan Tahun Baru.


