Pegiat lingkungan sekaligus pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, membangun sekat bakar sepanjang 3,2 kilometer di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Jalur itu dibuat untuk menghambat penyebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus melindungi habitat orangutan.
Pembangunan dimulai pada 11 September 2026. Chanee mengerjakannya bersama Manggala Agni Kementerian Kehutanan, petugas pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, dan masyarakat, dengan dukungan alat berat dari sebuah perusahaan.
Chanee menyebut sekat bakar dibuat setelah pemadaman berulang tidak berhasil. Timnya sebelumnya berupaya memadamkan api sekitar 10 hari, tetapi api muncul kembali.
“Sebelum ambil keputusan bikin sekat bakar, kita pernah berkomunikasi dengan bapak Menteri, 10 hari sudah coba, padamin-padamin, cukup confident ternyata apinya nyala lagi,” kata Chanee, Minggu (1/11/2026).
