Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Olahraga

Buka Wali Kota Cup II, Edi Kamtono Dorong Penguatan Sport Tourism Pontianak

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Senin, 5 Oktober 2026 · 10:092 menit baca
Buka Wali Kota Cup II, Edi Kamtono Dorong Penguatan Sport Tourism Pontianak
Sebanyak 78 tim basket ikuti Wali Kota Cup II di GOR Perbasi; Wali Kota Edi Kamtono dorong pembinaan atlet muda dan penguatan sport tourism di Pontianak. (Dok. Prokopim Pontianak)

Sebanyak 78 tim bersaing dalam berbagai kelompok usia pada kejuaraan bola basket Wali Kota Cup II yang dipusatkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Perbasi Pontianak, Senin, (5/10/2026). Ajang kejuaraan basket tahunan yang resmi dibuka pada Minggu (4/10/2026) malam tersebut mempertandingkan sejumlah divisi kompetisi, mulai dari kelompok umur di atas 40 tahun, kategori senior putra, hingga jenjang pelajar tingkat SMP dan SMA, baik tim putra maupun putri.

Harapan terhadap pembinaan talenta muda diutarakan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat membuka rangkaian turnamen. Target penjaringan bibit atlet daerah dipaparkan dalam sambutannya.

“Sudah tepat satu tahun sejak penyelenggaraan sebelumnya. Saya berharap kejuaraan ini menjadi ajang tetap untuk melahirkan atlet-atlet basket yang nantinya bisa berprestasi, tidak hanya di tingkat kota dan provinsi, tetapi juga nasional,” ujarnya.

Diikuti 500 Atlet, Kejuaraan Taekwondo Piala Gubernur Kalbar 2026 Siap Digelar di Pontianak
Baca Juga

Diikuti 500 Atlet, Kejuaraan Taekwondo Piala Gubernur Kalbar 2026 Siap Digelar di Pontianak

Penyelenggaraan agenda kompetisi olahraga berskala kota dinilai memiliki dampak berganda yang mampu menstimulasi sektor ekonomi lokal, pariwisata, hingga peningkatan kualitas kesehatan publik. Arah pengembangan kota berbasis keolahragaan dijabarkan dalam penjelasannya.

“Kita ingin menjadikan Pontianak sebagai kota olahraga, sport city, sekaligus mendorong sport tourism. Karena kegiatan olahraga seperti ini bisa memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi, pariwisata, kesehatan, dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah kota terus merevitalisasi fasilitas olahraga guna menunjang ekosistem pembinaan atlet serta membangkitkan kembali antusiasme mantan atlet dan penggemar bola basket lokal. Dukungan prestasi bagi daerah diutarakan sebagai penutup sambutan kepala daerah.

“Semoga dari turnamen ini lahir atlet-atlet yang bisa membawa nama Pontianak dan Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Sempat Ditutup Dua Bulan, Kawasan Car Free Day Pontianak Kembali Dibuka
Baca Juga

Sempat Ditutup Dua Bulan, Kawasan Car Free Day Pontianak Kembali Dibuka

Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan, Yandi, memaparkan bahwa konsep gelaran tahun ini dikemas lebih sederhana tanpa mengundang kontestan maupun atlet internasional akibat pertimbangan kondisi kabut asap yang sempat melanda kawasan setempat. Nilai kebersamaan antarpegiat olahraga ditekankan dalam keterangannya.

“Kita ingin acara ini menjadi acara persatuan bagi semua pencinta olahraga basket, khususnya di Kota Pontianak,” ujarnya.

Rutinitas iklim kompetisi dipandang esensial sebagai sarana pembentukan ketahanan mental serta kematangan teknis para pemain muda dalam menghadapi atmosfer pertandingan profesional. Pentingnya jam terbang atlet usia dini diuraikan dalam pemaparannya.

“Ajang seperti ini memberi pengalaman bertanding. Dari sini mereka bisa belajar, mengevaluasi diri, dan meningkatkan kualitas permainan,” jelasnya.

Kelancaran perhelatan kejuaraan ini didukung penuh oleh kerja sama lintas sektor yang melibatkan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Pengurus Perbasi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), jajaran pelatih, serta partisipasi pelaku usaha swasta.

(Tony)