Jum, 12/06/26 · 01.52.02
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sinergi Lintas Sektor di Pontianak Menuai Apresiasi Komunitas Relawan

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 11 Juni 2026 · 23:502 menit baca
Sinergi Lintas Sektor di Pontianak Menuai Apresiasi Komunitas Relawan
Komunitas Relawan Kemanusiaan mengapresiasi langkah sinergi Kesultanan Pontianak, Pemda, dan Kepolisian dalam mempercepat penanganan isu sosial dan pembangunan. (Dok. Hendrawan)

Langkah strategis Kesultanan Pontianak, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Pontianak, dan pihak Kepolisian dalam menyinkronkan program pembangunan daerah menuai apresiasi positif dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Komunitas Relawan Kemanusiaan Kota Pontianak yang menilai kegiatan dialog santai berkonsep coffee morning yang dilaksanakan di Kesultanan Kadriah Pontianak tersebut sebagai momentum krusial untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Pertemuan yang diinisiasi untuk menyelaraskan persepsi dan langkah dalam mengatasi persoalan sosial, infrastruktur, keamanan, serta penataan kota ini dipandang sebagai angin segar bagi para penggiat kemanusiaan di lapangan. Adanya ruang dialog terbuka ini diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai isu sosial yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat prasejahtera.

Ketua Komunitas Relawan Kemanusiaan Kota Pontianak, Johan, menyambut baik sinergi tiga pilar utama tersebut. Menurutnya, harmonisasi antara pemangku adat, eksekutif, dan aparat penegak hukum akan mempermudah koordinasi aksi-aksi sosial di akar rumput.

“Kami sangat mengapresiasi dan bangga melihat Kesultanan Pontianak, Pemda, dan Kepolisian duduk bersama dalam satu meja. Sebagai relawan yang setiap hari bergerak di lapangan, sinergi ini memberikan kami rasa aman dan optimisme baru. Isu-isu sosial kemanusiaan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, butuh payung kolaborasi besar seperti ini agar penanganannya bisa lebih cepat, tepat, dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Johan saat dimintai tanggapan, Kamis (11/6/2026).

Kesultanan Pontianak, Pemda, dan Kepolisian Sinkronisasikan Program Pembangunan Daerah
Baca Juga

Kesultanan Pontianak, Pemda, dan Kepolisian Sinkronisasikan Program Pembangunan Daerah

Lebih lanjut, Johan menyampaikan bahwa pihak relawan menaruh harapan besar agar forum seperti ini tidak berhenti pada seremonial belaka. Ia berharap ada jalur komunikasi taktis yang melibatkan komunitas relawan, sehingga data lapangan mengenai warga yang membutuhkan bantuan darurat dapat disinkronkan langsung dengan program jaring pengaman sosial milik Pemda maupun pengamanan dari Kepolisian.

Senada dengan hal tersebut, Pembina Komunitas Relawan Kemanusiaan Kota Pontianak, Franky Song, menekankan pentingnya keberlanjutan dari hasil sinkronisasi ini. Ia menyoroti bahwa stabilitas daerah dan kelancaran pembangunan sangat bergantung pada kesejahteraan dan keharmonisan sosial warganya.

“Pertemuan coffee morning ini adalah langkah konkret yang luar biasa. Harapan kami ke depan, forum ini melahirkan sebuah regulasi atau sistem kerja terpadu yang berkelanjutan. Kami ingin ruang dialog ini juga membuka pintu bagi komunitas akar rumput untuk ikut berkontribusi menyumbang pemikiran dan tenaga. Ketika jajaran Kesultanan, Pemda, dan Kepolisian sudah satu suara, kami di lini relawan siap mengawal jalannya program pembangunan agar berjalan kondusif,” tegas Franky Song.

Secara tidak langsung, Franky Song juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif semua pihak, termasuk lembaga adat dan komunitas relawan, akan menjadi benteng pertahanan sosial kota yang kuat. Ia meyakini, dengan komunikasi yang tersinkronisasi dengan baik, segala bentuk potensi gesekan sosial maupun kendala pembangunan di Kota Pontianak dapat diantisipasi dan dicarikan solusi bersama sejak dini.

Geger, Seorang Pria Nekat Berbaring di Atas Gardu Listrik Jalan Tebu Pontianak Barat
Baca Juga

Geger, Seorang Pria Nekat Berbaring di Atas Gardu Listrik Jalan Tebu Pontianak Barat

Melalui komitmen sinergi yang diperlihatkan dalam kegiatan ini, Kota Pontianak diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan daerah yang inklusif, aman, dan berwawasan kemanusiaan.

(Hendrawan)