Min, 12/07/26 · 18.59.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Ekonomi

Lewat Festival Oriental Khatulistiwa, Pontianak Gerakkan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Minggu, 24 Mei 2026 · 18:102 menit baca
Lewat Festival Oriental Khatulistiwa, Pontianak Gerakkan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
Arwana super red, ikon kebanggaan Kalimantan Barat yang telah dikenal hingga mancanegara, tampil memukau dalam APPS International Arowana Contest di Pontianak Convention Center, 21–24 Mei 2026. (Dok. HO/TNP)

Ikan arwana super red yang berkelip di balik kaca akuarium, deretan stan UMKM yang ramai pengunjung, dan kemeriahan pertunjukan budaya semua itu bukan sekadar hiburan akhir pekan. Bagi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, itulah wajah nyata dari ekonomi kreatif berbasis budaya yang tengah ia dorong untuk terus tumbuh di Kota Khatulistiwa.

Hal itu disampaikan Edi saat menghadiri Festival Oriental Khatulistiwa 2026 yang digelar di Pontianak Convention Center (PCC), Sabtu (23/5/2026) malam.

Festival yang berlangsung 21–24 Mei 2026 ini dirangkai dengan kontes arwana, menampilkan salah satu ikon kebanggaan Kalimantan Barat yang telah dikenal hingga mancanegara.

Edi menegaskan bahwa Pontianak adalah kota yang terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan keberagaman suku, budaya, dan tradisi.

Cegah Antrean Perkara Administrasi, Pemkot Pontianak Minta Skema Kolektif Data Kependudukan
Baca Juga

Cegah Antrean Perkara Administrasi, Pemkot Pontianak Minta Skema Kolektif Data Kependudukan

Karena itu, pemerintah kota membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan yang memberi dampak nyata.

“Pemerintah Kota Pontianak membuka ruang yang luas untuk berkolaborasi bersama-sama menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan yang memberi dampak positif, baik dari sisi kerukunan, ekonomi, maupun sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Mei ini menjadi bulan yang padat dengan agenda kebudayaan di Pontianak. Seluruh event tersebut, menurutnya, bukan hanya agenda hiburan semata, melainkan ruang kolaborasi untuk menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat kerukunan, serta membuka peluang bagi pelaku UMKM.

Wali-Kota-Pontianak-Tinjau-APPS-International-Arowana-Contest-Festival-Oriental-Khatulistiwa-2026
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung deretan akuarium peserta APPS International Arowana Contest dalam rangkaian Festival Oriental Khatulistiwa 2026 di Pontianak Convention Center, Sabtu (24/5/2026). (Dok. HO/TNP)

Kontes arwana yang digelar bersamaan dengan festival mendapat perhatian khusus dari Wali Kota. Edi menyebut ikan arwana khususnya jenis super red sebagai aset strategis Kalimantan Barat yang jauh melampaui sekadar keindahan satwa.

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Daerah Kalbar Diwajibkan Libatkan UMKM
Baca Juga

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Daerah Kalbar Diwajibkan Libatkan UMKM

“Ikan arwana, khususnya super red, adalah salah satu ikon kebanggaan Kalimantan Barat yang sudah mendunia. Memamerkan dan melombakan ikan arwana bukan sekadar kontes kecantikan satwa, tetapi juga langkah strategis dalam mendorong ekonomi kreatif dan pelestarian potensi lokal,” jelasnya.

Melalui sinergi Festival Oriental Khatulistiwa dan Arwana Contest, Edi berharap PCC dapat menjadi pusat perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM sekaligus destinasi wisata akhir pekan bagi masyarakat Pontianak dan wisatawan dari luar daerah.

Kepada seluruh peserta lomba, Edi berpesan agar menjunjung sportivitas dan menjadikan festival ini sebagai ruang mempererat persaudaraan lintas komunitas.

“Menang atau kalah adalah hal biasa. Pengalaman dan persaudaraan yang terjalin di sini adalah yang utama,” tuturnya.

Ia juga mendorong panitia untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar festival ini tidak berhenti pada seremonial semata.

“Terus evaluasi dan tingkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan, supaya tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi bermanfaat bagi masyarakat Kota Pontianak, pertumbuhan ekonomi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” pungkasnya.

(Rudi)