Bioskop-bioskop di Indonesia resmi menayangkan film animasi terbaru garapan Pixar Animation Studios, Toy Story 5, mulai Rabu (17/6/2026). Berbeda dengan sekuel sebelumnya, film ini membawa pergeseran konflik yang radikal mengenai kecemasan akut para mainan klasik ikonik yang terancam usang akibat dominasi gawai tablet di era digital.
Dalam sekuel ini, Bonnie yang kini berusia delapan tahun digambarkan sebagai anak pemalu yang kesulitan bersosialisasi di dunia nyata. Sebagai solusi instan, orang tuanya membelikan sebuah komputer tablet bernama Lilypad. Kehadiran perangkat pintar tersebut rupanya memicu dampak psikologis berat bagi mainan klasik seperti Buzz Lightyear dan Jessie, yang seketika menghadapi krisis eksistensial karena tersingkir oleh dominasi layar gawai.
Sorotan utama yang menjadi pembeda Toy Story 5 dari seri pendahulunya adalah keberanian Pixar dalam memberikan porsi emosional yang seimbang antara dunia mainan dan realitas kehidupan manusia. Film ini tidak hanya mengeksplorasi perasaan para mainan, tetapi juga mengangkat subplot yang lebih kelam mengenai realitas sosial modern. Narasi berfokus pada keputusasaan orang tua Bonnie saat menyadari bahwa gawai yang semula menjadi solusi instan, justru membawa dampak buruk berupa perundungan siber (cyberbullying) yang dialami anak mereka di dunia maya.

