Sab, 01/08/26 · 02.43.14
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Otorita IKN Sediakan Empat Tower Hunian Khusus Pekerja Perempuan

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 1 Agustus 2026 · 07:582 menit baca
Otorita IKN Sediakan Empat Tower Hunian Khusus Pekerja Perempuan
Otorita IKN menyediakan 4 tower hunian khusus pekerja perempuan di HPK 2 lengkap dengan sistem pengamanan CCTV dan petugas keamanan perempuan. (Dok. Humas OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyediakan fasilitas Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang responsif gender guna memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pekerja pembangunan IKN, Kalimantan Timur.

Pengelolaan kawasan hunian dilakukan melalui sistem building management profesional yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantin, masjid, serta taman.

Data Otorita IKN mencatat kawasan HPK saat ini dihuni oleh 3.586 laki-laki (83,4 persen) dan 716 perempuan (16,6 persen) dari berbagai profesi pendukung pembangunan.

Daftar Investor Masuk Ibu Kota Nusantara Tembus Triliunan
Baca Juga

Daftar Investor Masuk Ibu Kota Nusantara Tembus Triliunan

Pendekatan inklusif diterapkan untuk memastikan lingkungan tempat tinggal tetap kondusif demi menunjang produktivitas para pekerja di lapangan.

“Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan. Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal,” kata Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN Cakra Nagara, Kamis, (23/7/2026).

Otorita IKN secara khusus mengalokasikan empat tower di area HPK 2 dari total 35 tower yang tersedia khusus untuk ditempati pekerja perempuan guna menjaga privasi.

Langkah pengamanan diperketat dengan menempatkan petugas keamanan perempuan, penyesuaian personel housekeeping berdasarkan gender, pengetatan tata tertib, serta pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik publik.

Kejar Target Ibu Kota Politik 2028, Otorita IKN Siapkan Lelang 16 Paket Fisik
Baca Juga

Kejar Target Ibu Kota Politik 2028, Otorita IKN Siapkan Lelang 16 Paket Fisik

Sistem pembatasan akses masuk diterapkan secara disiplin di area hunian khusus perempuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

“Kalau di tower perempuan, laki-laki itu tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh security. Peraturan itu dibuat agar penghuni nyaman, tertib dan aman,” ujar Petugas Keamanan Perempuan HPK 2 Nirwana, Jumat, (31/7/2026).

Skema pemisahan area hunian tersebut dinilai efektif memberikan rasa aman bagi para pekerja selama bertugas di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Kondisi lingkungan yang tertib membuat para penghuni dapat beristirahat dengan tenang di luar jam kerja.

“Sejak pertama datang saya memang langsung ditempatkan di area perempuan. Jadi selama tinggal di sini terasa lebih nyaman karena tidak bercampur dengan penghuni laki-laki,” kata seorang penghuni HPK Sri.

DPR dan Pemerintah Godok RUU PFII, Posisi IKN Pesaing Bali hingga Batam Belum Final
Baca Juga

DPR dan Pemerintah Godok RUU PFII, Posisi IKN Pesaing Bali hingga Batam Belum Final

Dukungan sistem pengawasan digital turut membantu memantau keamanan di seluruh kawasan hunian pekerja.

“Selama tinggal di sini saya tidak pernah mengalami gangguan. Keberadaan petugas keamanan dan CCTV cukup membantu menjaga lingkungan tetap aman. Kalau ada kejadian biasanya bisa ditelusuri melalui rekaman CCTV,” tutur Sri.

Pengelolaan fasilitas pekerja yang terintegrasi ini ditujukan untuk membangun lingkungan kerja yang inklusif seiring berjalannya pembangunan infrastruktur fisik Nusantara.

Jaminan keamanan lingkungan dinilai sebagai kebutuhan mendasar bagi seluruh tenaga kerja.

“Semua orang tentu membutuhkan rasa aman,” ucap Sri.

(Dayank Ana)