Turnamen bulu tangkis internasional POLYTRON Pontianak Indonesia Masters Super 100 2026 resmi berakhir usai menggelar lima partai final di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu, (6/9/2026).
Penyelenggaraan kejuaraan yang bergulir sejak 1–6 September 2026 tersebut dinilai berhasil memicu peluang bagi daerah untuk membidik turnamen dengan level grade kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang.
Harapan terkait peningkatan kelas kejuaraan bulu tangkis dunia di Kalimantan Barat disampaikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, usai menyaksikan laga final.
“Tentunya kita berharap Pontianak bisa menjadi tuan rumah lagi, bahkan untuk seri yang lebih tinggi,” katanya, Minggu, (6/9/2026).
Kelancaran pelaksanaan turnamen kelas dunia ini dipandang sebagai capaian penting mengingat tidak seluruh wilayah di Indonesia memperoleh kepercayaan sebagai arena kompetisi federasi bulu tangkis internasional. Rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian pertandingan dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.
“Alhamdulillah, kejuaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 berjalan sukses. Hari ini final, dan ini menjadi salah satu ajang internasional yang cukup membanggakan bagi Kota Pontianak,” ujarnya.

Dampak langsung kehadiran pebulu tangkis mancanegara dinilai mampu memberikan edukasi teknik bagi publik setempat serta menyuntikkan inspirasi bertanding bagi para atlet muda daerah. Potensi pembinaan talenta lokal lewat hadirnya pertandingan level elite disorot secara khusus.
“Ini terutama menjadi motivasi bagi pemain-pemain muda kita. Mereka bisa menonton langsung, melihat kualitas permainan internasional, dan terdorong untuk berprestasi,” katanya.
Selain sektor olahraga, aktivitas kejuaraan ini turut menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan sektor perhotelan, transportasi publik, pelaku jasa, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Kelahiran bibit pebulu tangkis berkaliber internasional dari Kalimantan Barat menjadi target jangka panjang yang diharapkan muncul dari atmosfer kejuaraan ini. Target regenerasi atlet daerah menuju panggung dunia ditegaskan kembali dalam pemaparannya.
“Kita harapkan ada pemain-pemain berbakat dari Pontianak yang suatu saat bisa tampil di event masters seperti ini,” jelasnya.
Apresiasi disampaikan kepada panitia penyelenggara, federasi bulu tangkis, jajaran sponsor, serta antusiasme ribuan penonton yang terus memadati arena selama sepekan kompetisi. Kesiapan infrastruktur kota dalam menyambut agenda internasional berikutnya ditegaskan sebagai penutup keterangan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga Pontianak semakin dikenal sebagai kota yang siap menjadi tuan rumah kegiatan nasional maupun internasional,” pungkasnya.
(Hendrawan)