Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Meski Terendah di Kalimantan, Luas Karhutla Kaltara Tembus 2.639 Hektare

Memei
Memei
Senin, 7 September 2026 · 10:162 menit baca
Meski Terendah di Kalimantan, Luas Karhutla Kaltara Tembus 2.639 Hektare
Luas karhutla Kaltara tercatat tembus 2.639 hektare dengan titik terparah di Bulungan, Gubernur Zainal Paliwang pimpin langsung pemadaman di Selimau. (Dok. Adpim Kaltara)

Meski mencatatkan akumulasi luasan karhutla terendah di regional Kalimantan, total area terbakar di Provinsi Kalimantan Utara tercatat menembus 2.639,99 hektare dengan konsentrasi kerusakan terluas berada di Kabupaten Bulungan, Sabtu, (5/9/2026).

Kondisi tersebut mendorong Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, turun langsung memegang pipa semprot untuk memadamkan kobaran api dan asap pekat di kawasan Selimau, Kecamatan Tanjung Selor, bersama personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dishut Kaltara, dan relawan masyarakat.

Berdasarkan data rekapitulasi daerah, total lahan terdampak seluas 2.639,99 hektare tersebut mencakup Area Penggunaan Lain (APL) 1.900 hektare, Hutan Produksi 737,49 hektare, dan Hutan Lindung 2,50 hektare. Kabupaten Bulungan mendominasi luasan terbakar mencapai 2.597,38 hektare, disusul Kota Tarakan 31,86 hektare, Kabupaten Tana Tidung 6,25 hektare, serta Kabupaten Malinau 4,50 hektare.

Kebakaran di Tahura Bukit Soeharto, Jejak Pohon Ditebang Lalu Dibakar Terkuak
Baca Juga

Kebakaran di Tahura Bukit Soeharto, Jejak Pohon Ditebang Lalu Dibakar Terkuak

Secara kumulatif regional berdasarkan data Opsroom Sipongi hingga Juli 2026, luasan indikasi karhutla di Kaltara sejatinya sempat menjadi yang paling minim, yakni 400,62 hektare atau 0,70 persen dari total karhutla di Pulau Kalimantan, jauh di bawah Kalimantan Barat (38.310,86 hektare), Kalimantan Selatan (8.019,63 hektare), Kalimantan Tengah (7.634,46 hektare), dan Kalimantan Timur (2.715,76 hektare).

Namun, kewaspadaan kembali ditingkatkan menyusul pantauan satelit NASA-NOAA20 dan NASA-SNPP per 5 September 2026 yang mendeteksi 14 titik panas baru di Bulungan, tersebar di Desa Jelarai Selor Tanjung Selor sebanyak tujuh titik, Desa Tanjung Buka Tanjung Palas Tengah tiga titik, serta empat titik di Tanjung Palas Timur yang mencakup Desa Binai, Desa Sajau Hilir, dan Desa Mangkupadi.

Prioritas keselamatan dan stamina personel di tengah medan berasap tebal diinstruksikan oleh Zainal Arifin Paliwang saat berada di garis depan pemadaman.

“Saya minta semua petugas dan relawan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan. Jangan lupa, ada keluarga yang menunggu kita di rumah,” kata Zainal Arifin Paliwang, Sabtu, (5/9/2026).

Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 500 Meter
Baca Juga

Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 500 Meter

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama agar rembetan api tidak meluas ke area hutan produktif lainnya. Apresiasi terhadap kerja keras tim darurat diuraikan lebih lanjut dalam penuturannya.

“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Terima kasih kepada semua petugas, relawan dan masyarakat yang terus bekerja memadamkan api,” ujarnya.

Kesiapsiagaan penuh seluruh jajaran pengawas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) ditegaskan kembali oleh Kepala Dinas Kehutanan Kaltara, Nurlaila, melalui pemeriksaan lapangan secara berkala.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi bersama. Tetapi kita tidak boleh lengah. Memasuki September, kesiapsiagaan personel patroli dan tim respons cepat terus ditingkatkan,” kata Nurlaila.

Tanggung jawab bersama dalam menekan potensi bencana asap ditekankan agar tidak melumpuhkan aktivitas warga.

“Karhutla bukan hanya tugas aparat. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Kaltara tetap hijau, aman dan terhindar dari bencana asap,” tegasnya.

Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Tutup Usia pada Umur 73 Tahun
Baca Juga

Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Tutup Usia pada Umur 73 Tahun

Penanganan di lapangan difokuskan pada pemadaman langsung lahan mineral serta teknik injeksi menggunakan nozzle gambut dengan pembasahan minimal satu menit per titik untuk mematikan potensi bara bawah tanah sebelum dilakukan tahap pendinginan akhir.

(Memei)