Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nusantara

Daftar Investor Masuk Ibu Kota Nusantara Tembus Triliunan

Memei
Memei
Kamis, 23 Juli 2026 · 23:461 menit baca
Daftar Investor Masuk Ibu Kota Nusantara Tembus Triliunan
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono (tengah) berfoto bersama jajaran investor asing dan domestik usai penandatanganan kerja sama pembangunan di Ibu Kota Nusantara. (Dok. OIKN)

Arus investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu 1 Juli 2025 hingga 21 Juli 2026, sedikitnya 19 investor dan proyek telah mencapai kesepakatan mengikat, mulai dari Perjanjian Kerja Sama (PKS), perjanjian pemanfaatan tanah, akta notarial, hingga penetapan pemenang tender.

Otorita IKN mencatat secara kumulatif sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani PKS per 15 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, setidaknya 17 merupakan pelaku investasi langsung dan dua pemenang tender proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Meskipun investor domestik masih mendominasi, modal asing juga mulai masuk melalui perusahaan patungan Indonesia-Singapura (NSSE), Ayedh Dejem Group asal Uni Emirat Arab, Star Bright asal Tiongkok, serta Dian Jaya yang terafiliasi dengan Dian Development asal Korea Selatan.

Nilai Investasi Langsung Capai Rp7,37 Triliun

Nilai komitmen investasi langsung yang tercatat mencapai sedikitnya Rp7,375 triliun. Angka tersebut berasal dari beberapa proyek utama, antara lain:

Di Balik Seremoni HUT ke-81 RI di IKN: Meneguhkan Konsep Kota Hutan dan Kohesi Sosial
Baca Juga

Di Balik Seremoni HUT ke-81 RI di IKN: Meneguhkan Konsep Kota Hutan dan Kohesi Sosial

  • Ayedh Dejem Group (Uni Emirat Arab): Rp4 triliun

  • Star Bright (Tiongkok): Rp1,25 triliun

  • Dian Jaya (Korea Selatan): Rp1,15 triliun

  • NSSE (Indonesia-Singapura): Rp900 miliar

  • Biru Makmur Sejahtera: Rp50 miliar

Otorita IKN Rancang Greater Nusantara, Integrasikan Lima Daerah di Kalimantan Jadi Superhub Ekonomi Luar Jawa
Baca Juga

Otorita IKN Rancang Greater Nusantara, Integrasikan Lima Daerah di Kalimantan Jadi Superhub Ekonomi Luar Jawa

Salah satu proyek asing yang telah menunjukkan perkembangan fisik adalah Star Bright. Perusahaan asal Tiongkok tersebut resmi memulai pembangunan kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun pada 15 Juli 2026.

Proyek Pemenang Tender Kemitraan

Di luar investasi langsung swasta, dua proyek KPBU mencatatkan estimasi biaya modal hingga Rp5,26 triliun.

Berdasarkan dokumen tender, Intiland ditetapkan untuk menggarap pembangunan 109 unit rumah tapak bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara itu, Nindya Karya memenangkan proyek pembangunan delapan menara hunian untuk ASN, TNI, dan Polri.

Masuknya rentetan komitmen investasi ini memperkuat posisi Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kemitraan swasta dan asing.

(Memei)