Rab, 19/08/26 · 08.42.27
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Di Balik Seremoni HUT ke-81 RI di IKN: Meneguhkan Konsep Kota Hutan dan Kohesi Sosial

Memei
Memei
Rabu, 19 Agustus 2026 · 13:442 menit baca
Di Balik Seremoni HUT ke-81 RI di IKN: Meneguhkan Konsep Kota Hutan dan Kohesi Sosial
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memimpin jalannya upacara penurunan bendera HUT ke-81 RI di Ibu Kota Nusantara. (Dok. OIKN)

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) meninggalkan catatan substansial di luar seremoni upacara penurunan bendera yang dipimpin Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, pada Senin (17/8/2026).

Di tengah kemeriahan perayaan, terdapat penegasan visi pembangunan yang kini menjadi sorotan tajam, terutama dalam menyelaraskan ambisi infrastruktur dengan realitas kedaulatan dan kebutuhan masyarakat luas.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan pernyataan yang mengisyaratkan bahwa pembangunan ibu kota baru ini mengemban beban sosial yang melampaui sekadar proyek konstruksi fisik.

“Penyelenggaraan rangkaian kegiatan kemerdekaan di Nusantara ini terwujud berkat kerja sama yang baik serta dukungan dari para mitra dan masyarakat. Semua ini kita siapkan bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam membangun ibu kota baru,” ujar Basuki.

Kantongi RAPBN Rp6,7 Triliun, Otorita IKN Fokus Tuntaskan Kawasan Yudikatif-Legislatif
Baca Juga

Kantongi RAPBN Rp6,7 Triliun, Otorita IKN Fokus Tuntaskan Kawasan Yudikatif-Legislatif

Barisan masyarakat, penari tradisional, dan anggota Paskibra berpartisipasi meriah dalam perayaan kemerdekaan di IKN.
Suasana meriah penuh kebersamaan dari masyarakat dan peserta upacara dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di IKN. (Dok. OIKN)

Namun, di sisi lain, arah pembangunan ini terus diuji oleh standar keberlanjutan yang tinggi. Prof. Paulus Matius, tokoh Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, memberikan perspektif krusial yang menekankan bahwa legitimasi IKN sangat bergantung pada kemampuannya menjaga ekosistem asli.

“Sejak tahap perencanaan, kita mendorong agar IKN dibangun berlandaskan ekosistem dan budaya Kalimantan yang diperkuat oleh kebudayaan Nusantara,” tegas Paulus.

Ia menambahkan bahwa penguatan budaya lokal ini adalah kunci agar Nusantara tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga magnet wisata budaya berstandar internasional yang tetap berpijak pada identitas asli daerah.

Pemandangan udara kawasan Ibu Kota Nusantara yang menampilkan tatanan infrastruktur modern di tengah lanskap hijau.
Potret udara kawasan pusat pemerintahan Ibu Kota Nusantara yang memadukan pembangunan infrastruktur modern dengan konsep kota hutan. (Dok. OIKN)

Kontras antara perayaan di IKN dan suara kritis di ibu kota lama mencerminkan tantangan besar bagi pemerintah. Di satu sisi, pemerintah berupaya membangun simbol kemajuan masa depan melalui konsep forest city dan kohesi sosial di Nusantara.

Kibar Merah Putih di IKN, Upacara HUT ke-81 RI Diwarnai Solidaritas Duka Warga NTT
Baca Juga

Kibar Merah Putih di IKN, Upacara HUT ke-81 RI Diwarnai Solidaritas Duka Warga NTT

Perjalanan pembangunan IKN ke depan kini tidak hanya diukur dari kecepatan pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa jauh ia mampu merespons tuntutan kedaulatan dan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan.

(Memei)