Pemandangan udara landasan pacu dan apron pangkalan militer RAF Fairford di Gloucestershire. (Dok. X/OSINTWarfare)
Kepolisian Inggris menangkap lima orang pria di dekat pangkalan udara militer Royal Air Force (RAF) Fairford di Gloucestershire yang digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), Minggu (28/9/26).
Penangkapan ini terkait dugaan pelanggaran bahan peledak dan tindak pidana terorisme setelah kelima tersangka tersebut dicegat oleh aparat bersenjata saat menuju fasilitas militer tersebut.
Sejumlah pria tersangka terorisme ditangkap dan diamankan petugas kepolisian bersenjata di dekat RAF Fairford. (Dok. X/OSINTWarfare)
Kronologi Penangkapan dan Evakuasi Warga
Insiden bermula pada Minggu (28/9/26) sekitar pukul 00.45 GMT, ketika kepolisian menerima panggilan darurat mengenai pergerakan tiga kendaraan mencurigakan yang mengarah ke pangkalan udara RAF Fairford di wilayah barat Inggris.
Merespons laporan itu, aparat kepolisian bersenjata segera mencegat dan menghentikan tiga mobil van tersebut di dekat desa Whelford, Gloucestershire.
Lima pria kemudian ditangkap atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak serta tindak pidana terorisme.
Penanganan kasus ini langsung diambil alih oleh Polisi Kontra Terorisme Inggris.
Koordinator Nasional Senior Polisi Kontra Terorisme, Vicki Evans, menyatakan bahwa pihaknya telah memasang garis polisi sejauh 400 meter di sekitar kendaraan, sementara unit Penjinak Bahan Peledak (EOD) Angkatan Darat melakukan pemeriksaan keamanan di lokasi.
Robot penjinak bahan peledak (EOD) memeriksa dua van mencurigakan di dekat pangkalan RAF Fairford. (Dok. X/OSINTWarfare)
Sebagai langkah pencegahan selama proses pemeriksaan berlangsung, sekitar 85 rumah tangga di area sekitar lokasi kejadian telah dievakuasi, dan sejumlah ruas jalan ditutup.
Asisten Kepala Polisi Gloucestershire, Richard Ocone, menegaskan bahwa kehadiran layanan darurat di area tersebut akan berlangsung untuk beberapa waktu dan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi.
Operasi penggerebekan ini dilaporkan tidak berbasis pada data intelijen sebelumnya, yang berarti pihak penyelidik tidak mengetahui secara pasti adanya potensi rencana serangan tersebut sejak awal.
Pangkalan Pengebom B-1B Lancer dan Target Terkait Iran
RAF Fairford merupakan salah satu pangkalan utama di Eropa untuk penerbangan strategis yang secara rutin digunakan oleh pesawat pengebom berat tipeB-1B Lancer milik USAF.
Menyusul insiden ini, status keamanan di fasilitas militer tersebut langsung dinaikkan ke level FPCON Delta, yakni standar keamanan tertinggi untuk fasilitas militer AS yang diterapkan hanya ketika suatu serangan telah terjadi atau diyakini akan segera terjadi.
Pangkalan ini memiliki jejak sejarah operasional yang krusial, termasuk keterlibatannya dalam konflik AS-Israel melawan Iran.
Pada bulan Maret lalu, tiga pesawat pengebom B-1B Lancer mendarat di RAF Fairford seusai melancarkan misi yang diyakini sebagai serangan udara pertama AS terhadap Iran dari pangkalan Inggris.
Pesawat pengebom B-1B Lancer Angkatan Udara AS dari Skuadron Bom ke-37 mendarat di RAF Fairford Inggris. (Dok. DVIDS)
Sebelumnya pada bulan Juli, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah melontarkan peringatan keras bahwa pangkalan militer mana pun yang digunakan untuk meluncurkan serangan ke Iran akan dianggap sebagai target yang sah.
Saat ini, para petugas kontra-terorisme tengah mendalami apakah dugaan plot serangan di Gloucestershire tersebut memiliki keterkaitan dengan Iran, meskipun otoritas berwenang belum secara resmi mengonfirmasi bahwa pangkalan tersebut adalah target pasti dari kelompok tersangka.
Respons Presiden AS Donald Trump
Menanggapi insiden tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmemberikan pujian atas respons cepat kepolisian Inggris dan mengklaim bahwa para tersangka sebenarnya sudah berada di bawah radar penyelidikan. Trump juga menyebut para tersangka memiliki niat untuk melakukan kerusakan berskala besar terhadap fasilitas militer AS tersebut.
“Itu luar biasa. Bekerja sama dengan Inggris, itu adalah pekerjaan yang menakjubkan,” puji Trump.
Trump lebih lanjut mengungkapkan, “Kami telah menyelidiki mereka. Mereka, mereka berniat melakukan kerusakan besar pada pangkalan kami, dan bekerja sama dengan Inggris membuahkan hasil yang luar biasa”.
Terkait keterlibatan berbagai lembaga intelijen dan penegak hukum, Trump menambahkan, “Mungkin itu Scotland Yard, saya tidak tahu.Kami bekerja sama dengan banyak dari mereka. Kami telah mengawasi mereka sejak lama, dan kami berhasil menangkap mereka. Terima kasih”.
Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham turut menanggapi insiden tersebut dengan menyatakan keprihatinannya terhadap warga setempat, sementara Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim spesialis dan layanan darurat yang bertugas menangani situasi krisis tersebut.