Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Internasional

Ledakan Guncang Pulau Qeshm, AS Akui Lakukan Serangan Defensif di Selat Hormuz

Roska Putra
Roska Putra
Selasa, 3 November 2026 · 11:411 menit baca
Ledakan Guncang Pulau Qeshm, AS Akui Lakukan Serangan Defensif di Selat Hormuz
Kilatan cahaya dan ledakan terjadi di kawasan Pulau Qeshm, Iran, di tengah laporan serangan militer AS. (Dok. X)

Sejumlah ledakan keras terdengar secara beruntun di Pulau Qeshm dan kota pelabuhan Bandar Lengeh, Iran, pada Senin malam waktu setempat.

Insiden ini terjadi di tengah laporan dari media-media Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa militer AS telah meluncurkan apa yang disebut sebagai “serangan defensif” di wilayah Selat Hormuz.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa saksi mata melihat dua pesawat terbang melintas di atas Pulau Qeshm yang terletak di lepas pantai selatan Iran. Sementara itu, kantor berita semi-resmi Fars menyatakan suara ledakan terdengar berasal dari arah laut.

Sejumlah pejabat AS yang dikutip oleh The Wall Street Journal dan The Associated Press mengonfirmasi bahwa operasi militer tersebut menyasar target Iran, termasuk fasilitas rudal darat-ke-udara yang mengancam aset AS, serta bertujuan membatasi kemampuan Iran menyerang jalur pelayaran komersial.

Diplomasi Buntu, Trump Batalkan Kunjungan Utusan AS ke Pakistan
Baca Juga

Diplomasi Buntu, Trump Batalkan Kunjungan Utusan AS ke Pakistan

Liputan dari Fox News dan Axios menambahkan bahwa aksi ini merupakan respons atas tindakan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang sebelumnya menembaki pesawat militer AS di Selat Hormuz pada hari yang sama.

Di sisi lain, ketegangan ini terjadi bertepatan dengan klaim IRGC yang sebelumnya menyatakan telah menangkap dua drone pengintai AS di selatan Qeshm serta menghancurkan sebuah drone MQ-9 di timur Selat Hormuz.

Perkembangan situasi keamanan ini juga beririsan dengan dinamika politik domestik AS menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) serta upaya diplomatik yang intensif.

Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan damai dengan Iran dapat segera terwujud di tengah penurunan harga minyak global.

Armada Nyamuk Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata
Baca Juga

Armada Nyamuk Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa bola kini berada di tangan Washington, di mana Teheran menuntut AS mencabut blokade angkatan laut dan mengakhiri permusuhan sebelum pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz dapat direalisasikan.

(roska)