Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Bayangi Ancaman “El Nino Godzilla”, Pemkab PPU Tinjau Embung Lawe-lawe Demi Amankan Cadangan Air Bersih

Roska Putra
Roska Putra
Selasa, 3 November 2026 · 11:071 menit baca
Bayangi Ancaman “El Nino Godzilla”, Pemkab PPU Tinjau Embung Lawe-lawe Demi Amankan Cadangan Air Bersih
Pemkab PPU bersama Direktur Perumda AMDT meninjau langsung proyek Embung Lawe-lawe untuk mitigasi krisis air bersih. (Dok. Dokpim Setkab PPU)

Di balik proyeksi cuaca ekstrem yang bakal membawa curah hujan tinggi dalam beberapa bulan ke depan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) justru bergerak siaga mengantisipasi ancaman “El Nino Godzilla” yang diprediksi memicu kemarau panjang berkepanjangan pada Maret 2027 hingga 2028.

Sebagai langkah mitigasi dini terhadap potensi krisis air bersih jangka panjang, jajaran pejabat Pemkab PPU bersama instansi terkait turun langsung melakukan peninjauan ke lapangan di kawasan Embung Lawe-lawe dan Buluminung, Kecamatan Penajam, Senin (2/11/2026).

Inspeksi mendadak ini dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Turut mendampingi di lapangan, Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Abdul Rasyid, perwakilan DPRD Fraksi Demokrat, Dinas PUPR, hingga unsur Pertamina.

Raih Predikat Istimewa, Desa Rintik PPU Didorong Jadi Pelopor Desa Antikorupsi di Kaltim
Baca Juga

Raih Predikat Istimewa, Desa Rintik PPU Didorong Jadi Pelopor Desa Antikorupsi di Kaltim

Langkah taktis ini dinilai mendesak menyusul mulai menyusutnya pasokan air bersih bagi sebagian masyarakat di wilayah layanan PDAM.

Berdasarkan kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta BMKG, PPU memang akan menghadapi siklus anomali cuaca: disambut musim hujan lebat pada November 2026 hingga Februari 2027, sebelum akhirnya dihantam hantaman kemarau ekstrem.

Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid, menegaskan bahwa Embung Lawe-lawe dipersiapkan sebagai benteng pertahanan cadangan air strategis untuk mengamankan suplai masyarakat.

Embung yang membentang seluas kurang lebih 17 hektar dengan kedalaman mencapai 4 meter tersebut diandalkan untuk menjaga ketahanan air baku PPU menghadapi ancaman krisis di masa depan.

(roska)