Sab, 18/07/26 · 06.50.04
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Amerika

Diplomasi Buntu, Trump Batalkan Kunjungan Utusan AS ke Pakistan

Editor
Editor
Minggu, 26 April 2026 · 14:141 menit baca
Diplomasi Buntu, Trump Batalkan Kunjungan Utusan AS ke Pakistan
Presiden Donald Trump saat memberikan pernyataan pers mengenai kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Trump menegaskan pembatalan kunjungan utusan khususnya ke Pakistan sebagai respons atas kebuntuan negosiasi dengan Iran. Minggu (26/4). (Dok. X/@realdonaldtrump)

Nusantarapost.news, Internasional – Harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Presiden Donald Trump secara mendadak membatalkan kunjungan dua utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan pada Sabtu (25/4/2026).

Langkah ini diambil setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, meninggalkan Islamabad tanpa memberikan tanda-tanda kesediaan untuk bernegosiasi dengan pihak Amerika.

Melalui unggahan di media sosial, Trump menyebut kepemimpinan Iran sedang mengalami “kebingungan besar” dan menegaskan bahwa AS memegang kendali penuh atas situasi diplomasi saat ini.

“Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan. Jika mereka ingin berbicara, yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon!” tulis Trump.

Armada Nyamuk Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata
Baca Juga

Armada Nyamuk Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata

Pembatalan ini menjadi pukulan telak bagi stabilitas kawasan. Saat ini, dunia sedang menghadapi krisis energi hebat akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dunia sebagai respons atas blokade ekspor minyak oleh AS.

Menlu Araghchi sendiri telah bertolak ke Oman untuk melanjutkan pembicaraan bilateral, namun pihak Teheran secara tegas menolak “tuntutan maksimalis” dari Washington.

Konflik yang bermula dari serangan udara Februari lalu ini terus memicu inflasi global dan ketidakpastian ekonomi di berbagai negara.

Gedung Putih sebelumnya berharap adanya terobosan diplomatik di Pakistan melalui keterlibatan Wakil Presiden JD Vance, namun kebuntuan di Islamabad menunjukkan bahwa kedua negara masih jauh dari kata sepakat.

(Rld)