Sab, 18/07/26 · 04.28.28
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Utara

Didanai Konsorsium Swasta, 60 Anak Petani Perbatasan Kaltara Dikirim Kuliah Vokasi ke Samarinda

Tony
Tony
Sabtu, 18 Juli 2026 · 10:191 menit baca
Didanai Konsorsium Swasta, 60 Anak Petani Perbatasan Kaltara Dikirim Kuliah Vokasi ke Samarinda
Pemprov Kaltara gandeng konsorsium swasta kirim 60 putra-putri petani Bulungan dan Malinau kuliah vokasi pertanian di Politeknik Samarinda. (Dok. Adpim Kaltara)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengirimkan 60 orang calon mahasiswa dari kalangan putra-putri petani wilayah perbatasan untuk menempuh pendidikan vokasi di Politeknik Samarinda. Program pengiriman angkatan kerja muda ini ditargetkan untuk menyuplai kebutuhan tenaga teknis sektor industri agraria di wilayah utara Kalimantan.

Pelepasan puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai desa di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara Denny Harianto di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Rabu, (15/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Denny Harianto menekankan bahwa penguasaan teknologi pangan dan mekanisasi pertanian jauh lebih mendesak bagi daerah ketimbang sekadar kepemilikan luasan lahan baku.

“Saya kagum dengan suara adik Christin. Bakat seperti ini menunjukkan anak-anak Kaltara memiliki potensi luar biasa yang harus terus dikembangkan. Setelah lulus nanti, kembalilah ke daerah, dampingi para petani, kembangkan pertanian modern, dan jadilah agen perubahan bagi kemajuan Kalimantan Utara,” ujar Denny Harianto, yang secara khusus sempat memuji kemampuan vokal Christin Aurella Maukar, salah satu calon mahasiswa asal Long Beluah, Bulungan.

Progres Logistik Tersendat, Disdikbud Kaltim Izinkan Siswa Baru Pakai Baju Bebas
Baca Juga

Progres Logistik Tersendat, Disdikbud Kaltim Izinkan Siswa Baru Pakai Baju Bebas

Skema Kemitraan Korporasi dan Target Pemulihan SDM
Pemerintah daerah menilai sektor pendidikan terapan menjadi instrumen paling realistis dalam memotong ketimpangan keterampilan (skill gap) di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Mahasiswa dituntut menguasai rantai hilirisasi pascapanen mulai dari manajemen alat mesin pertanian, pengolahan komoditas, hingga konsep smart farming.

Langkah taktis penyiapan tenaga kerja lokal ini didanai melalui skema kemitraan antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Politeknik Samarinda, serta konsorsium perusahaan swasta dan BUMN yang beroperasi di wilayah tersebut.

Entitas korporasi yang terlibat dalam penyediaan pos dukungan operasional ini meliputi PT Inhutani, PT Adindo, PT Tanjung Makmur, dan PT Citra Sawit Lestari. Keterlibatan sektor swasta ini diproyeksikan untuk mengunci penyerapan tenaga kerja secara langsung begitu para penerima beasiswa menyelesaikan masa studi terapan mereka di Samarinda.

(Tony)