Rab, 15/07/26 · 14.01.07
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Investor China-Korea Mulai Bangun Apartemen Rp 3,7 T di IKN

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 15 Juli 2026 · 18:002 menit baca
Investor China-Korea Mulai Bangun Apartemen Rp 3,7 T di IKN
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (kanan) bersalaman dengan perwakilan investor dalam rangkaian peresmian groundbreaking proyek hunian dan perkantoran di Ibu Kota Nusantara, Rabu (15/7/2026). Momentum ini menandai dimulainya konstruksi fisik apartemen terintegrasi dari investor China dan Korea Selatan senilai Rp 3,7 triliun di KIPP. (Dok. OIKN)

Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan wujud konkret di lapangan. Dua investor asing raksasa asal China dan Korea Selatan secara resmi memulai pembangunan fisik infrastruktur gedung hunian apartemen, hotel, hingga kawasan perkantoran di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kalimantan Timur. Total nilai investasi dari kedua perusahaan tersebut mencapai Rp 3,7 triliun.

Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa gairah investasi luar negeri di IKN kini terbukti nyata dan tidak lagi sekadar komitmen di atas kertas.

Hal tersebut disampaikannya langsung saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) megaproyek milik perusahaan asal China, PT Starbright International Investment, pada Rabu, (15/7/2026).

“Seperti yang kami laporkan tadi, minimal ada dua yang sudah dekat, satu adalah yang Dian Jaya dari Korea, dan Starbright dari China,” ujar Basuki. “Mereka yang sudah mulai bekerja langsung kita fasilitasi.”

Mitigasi Dampak El Nino, Otorita IKN Aktifkan Deteksi Dini Karhutla Lewat Komando Digital
Baca Juga

Mitigasi Dampak El Nino, Otorita IKN Aktifkan Deteksi Dini Karhutla Lewat Komando Digital

Kedua perusahaan ini akan menempati zona strategis di wilayah KIPP IKN dengan rincian alokasi lahan dan sektor proyek sebagai berikut:

  • PT Starbright International Investment (China): Menanamkan modal awal sebesar Rp 1,27 triliun di atas lahan seluas 1,2 hektare untuk membangun kawasan mixed-used dan apartemen.

  • PT Dian Jaya (Korea Selatan): Mengucurkan dana investasi fantastis mencapai Rp 2,5 triliun untuk membangun kompleks perkantoran, hotel, serta apartemen di atas lahan yang lebih luas, yakni 8 hektare.

Hunian vertikal milik Starbright dari China nantinya akan terdiri dari 4 menara dengan total kapasitas mencapai 680 unit hunian. Pihak pengembang menawarkan variasi tipe mulai dari 1, 2, hingga 3 kamar tidur yang dibanderol dengan harga kompetitif berkisar antara Rp 600 juta hingga Rp 1,2 miliar per unit, lengkap dengan fasilitas gym serta area retail makanan.

Peringati Hari Konservasi, 1.000 Peserta Tanam 1.200 Pohon di Ibu Kota Nusantara
Baca Juga

Peringati Hari Konservasi, 1.000 Peserta Tanam 1.200 Pohon di Ibu Kota Nusantara

Pembangunan konstruksi tahap awal untuk dua menara pertama dijadwalkan mulai berjalan pada September mendatang.

Menariknya, President Director PT Starbright International Investment, Lu Keming, menargetkan seluruh rangkaian proyek pengerjaan hunian vertikal ini dapat dirampungkan hanya dalam kurun waktu satu tahun saja.

“Kami berencana menyelesaikannya dalam waktu satu tahun ke depan. Kami akan mencoba mengaplikasikan teknologi dari China yang memang terkenal sangat cepat,” ungkap Lu Keming. Kendati mengejar efisiensi waktu, ia menjamin konsep bangunan tetap tunduk pada regulasi ketat kurasi OIKN yang mengusung konsep green design rendah karbon (low carbon).

Masuknya modal dari China dan Korea Selatan ini kian memperpanjang rantai gairah investasi internasional di IKN, menyusul komitmen Ayedh Dejem Group asal Uni Emirat Arab (UEA) yang berniat membangun mal senilai Rp 4 triliun di atas lahan 10 hektare, serta investasi Citadel senilai Rp 1 triliun.

Masifnya pergerakan PMA yang berpadu dengan geliat Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) seperti Lion Group hingga Bank Danamon ini membuat pemerintah optimistis bahwa target pemindahan ibu kota negara secara tuntas dapat tercapai pada tahun 2028.

(Rudi)