Rab, 15/07/26 · 07.50.10
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Pontianak Gelar Lomba Lukis untuk Penyandang Disabilitas

Tony
Tony
Rabu, 15 Juli 2026 · 12:201 menit baca
Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Pontianak Gelar Lomba Lukis untuk Penyandang Disabilitas
Polresta Pontianak gandeng Kelompok Seni KOMPAK gelar Lomba Lukis Disabilitas untuk 10 peserta dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. (Dok. Polresta Pontianak)

Polresta Pontianak memfasilitasi ruang ekspresi bagi kelompok rentan melalui penyelenggaraan kompetisi seni luar ruang. Bekerja sama dengan Kelompok Seni KOMPAK Kota Pontianak, otoritas kepolisian menggelar Lomba Lukis Disabilitas di Ballroom Presisi Polresta Pontianak, Minggu, (12/7/2026).

Agenda yang diikuti oleh 10 kreator dari komunitas penyandang disabilitas ini dihadiri langsung oleh Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto, Wakapolresta Pontianak Hendrawan, serta jajaran pejabat utama di lingkungan hukum kepolisian resor kota.

Endang Tri Purwanto menyatakan bahwa penyediaan ruang kreasi inklusif ini merupakan komitmen institusi untuk memberikan hak partisipasi publik yang setara tanpa adanya diskriminasi kondisi fisik.

“Lomba lukis ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi wadah bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan semangat yang luar biasa. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta memberikan ruang yang sama bagi mereka untuk terus berkarya,” ujar Endang Tri Purwanto.

Satreskrim Polresta Pontianak Sita 500 Liter Pertalite Subsidi di SPBU Kota Baru
Baca Juga

Satreskrim Polresta Pontianak Sita 500 Liter Pertalite Subsidi di SPBU Kota Baru

Peringatan Dekade Bhayangkara dan Penguatan Hak Aksesibilitas Komunitas
Kompetisi ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung manifesto pelayanan kepolisian terpadu bagi elemen masyarakat urban.

Perwakilan Kelompok Seni KOMPAK Kota Pontianak Kurniawan menyampaikan bahwa kolaborasi sektor penegak hukum dan serikat pekerja seni lokal ini krusial dalam membuka akses visual bagi para penyandang disabilitas untuk memproyeksikan gagasan keindonesiaan.

Seluruh peserta merampungkan karya lukis bertema nasionalisme, yang diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan serta dana apresiasi pembinaan kreativitas oleh panitia penyelenggara di akhir acara.

Diduga Timbun 2.000 Liter Solar Subsidi, Sebuah Truk Diamankan di Pontianak Utara
Baca Juga

Diduga Timbun 2.000 Liter Solar Subsidi, Sebuah Truk Diamankan di Pontianak Utara

Otoritas kepolisian berharap pendekatan humanis berbasis komunitas ini mampu menstimulus instansi vertikal lainnya di wilayah Kalimantan Barat untuk membangun fasilitas dan program kerja yang ramah terhadap hak-hak penyandang disabilitas secara berkelanjutan.

(Tony)