Upaya penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis kelestarian lingkungan mulai merambah wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM Pelita Nusantara mengampanyekan praktik slow fashion melalui pelatihan pembuatan kain ecoprint bagi komunitas lokal.
Intervensi edukasi dan keterampilan terapan tersebut diselenggarakan di Kantor Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin, (6/7/2026).
Sebanyak 16 kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dilatih memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar pekarangan sebagai zat pewarna organik dan pembentuk motif kain. Langkah ini diambil untuk mereduksi dampak buruk limbah tekstil dunia yang menurut data United Nations Environment Programme (UNEP) telah mencapai 92 juta ton per tahun akibat dominasi serat sintetis poliester yang sulit terurai.
Penggagas kegiatan yang juga mahasiswa Program Studi Sosiologi UGM, Annisa Attaya Zahra menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membuka ruang pemanfaatan vegetasi lokal menjadi komoditas seni bernilai jual tinggi.

