Sab, 20/06/26 · 05.22.36
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Otorita IKN dan BI Latih Pengrajin Lokal Kembangkan Motif Batik Nusantara

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 20 Juni 2026 · 10:342 menit baca
Otorita IKN dan BI Latih Pengrajin Lokal Kembangkan Motif Batik Nusantara
Otorita IKN bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan workshop pengembangan motif batik modern bagi 50 pengrajin wastra lokal di Kantor Kemenko 1. (Dok. Humas OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Bank Indonesia menggelar Workshop Pengembangan Motif Batik bagi Pengrajin Wastra di kawasan IKN, Kalimantan Timur. Pelatihan yang berlangsung pada 17 hingga 19 Juni 2026 di Kantor Kemenko 1 IKN ini bertujuan untuk merancang identitas budaya kota masa depan sekaligus mendongkrak daya saing produk kreatif pelaku usaha lokal.

Agenda tersebut melibatkan sembilan kelompok pengrajin batik dan wastra dengan total 50 peserta, di mana 30 pengrajin di antaranya mendapatkan pendampingan intensif untuk pengembangan desain baru. Selama tiga hari, peserta diarahkan menggali ide melalui metode mind mapping, penyusunan moodboard, pengembangan elemen visual, hingga penyusunan komposisi motif. Proses inkubasi desain ini didampingi langsung oleh Tepa Selira selaku pelaku usaha dan pengembang batik nasional.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menjelaskan bahwa industri wastra di sekitar kawasan IKN membutuhkan penguatan teknis agar mampu bersanding dengan produk batik dari wilayah lain yang sudah mapan di pasar domestik.

Otorita IKN Gandeng BI dan OJK Guna Memperluas Akses Modal UMKM
Baca Juga

Otorita IKN Gandeng BI dan OJK Guna Memperluas Akses Modal UMKM

“Wastra di sekitar IKN sudah tumbuh dan berkembang. Namun, tentu masih perlu penguatan agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan mampu bersanding dengan batik-batik yang sudah dikenal luas,” ujar Muhsin Palinrungi.

Kombinasi Unsur Budaya dan Karakter Modern
Sejalan dengan langkah penguatan ekonomi kreatif tersebut, Kepala SKB Bank Indonesia IKN, Aura Pandu Wirawan, menilai penonjolan identitas visual melalui produk kerajinan tangan menjadi krusial seiring dengan semakin ramainya aktivitas di ibu kota baru. BI mendorong lahirnya motif batik yang tidak hanya membawa cerita lokal, tetapi juga mencerminkan semangat transformasi IKN sebagai kota modern dan cerdas.

“Semakin hari IKN semakin ramai. Identitasnya perlu kita tonjolkan. Harapannya, desain yang lahir dari kegiatan ini memiliki unsur modern, karena IKN juga membawa semangat transformasi dan digitalisasi. Kita ingin menghasilkan karya yang sederhana, anggun, tetapi tetap memiliki karakter,” kata Aura Pandu Wirawan.

Otorita IKN Pulihkan Lahan Bekas Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto
Baca Juga

Otorita IKN Pulihkan Lahan Bekas Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto

Menghindari Desain Monoton
Program pelatihan ini dinilai memberikan ruang baru bagi pengrajin lokal untuk merombak corak produksi konvensional mereka. Rusmayawati, salah satu peserta perwakilan dari Kecamatan Samboja, menyatakan bahwa materi pengenalan visual yang didapat membantunya menerjemahkan konsep pembangunan IKN ke dalam motif kain.

“Pelatihan ini menambah wawasan kami agar tidak menghasilkan karya yang monoton. Kami belajar bagaimana mengubah imajinasi visual tentang IKN menjadi sebuah karya nyata yang bisa dikembangkan,” ungkap Rusmayawati.

Melalui sinergi lintas lembaga ini, produk wastra yang dihasilkan para pengrajin lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan IKN ke depan, membuktikan bahwa pembangunan ibu kota baru berjalan selaras dengan pelestarian akar budaya masyarakat sekitar.

(Dayank Ana)