Pemerintahan Guinea Ekuatorial menghadapi guncangan politik setelah seluruh anggota kabinet secara kolektif resmi mengundurkan diri pada Selasa (16/6/2026). Langkah mundur massal ini diambil setelah jajaran kabinet dinilai gagal memenuhi sebagian besar sasaran pembangunan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Wakil Presiden Guinea Ekuatorial, Teodoro Nguema Obiang Mangue, mengumumkan bahwa Perdana Menteri Manuel Osa Nsue Nsua telah menyerahkan langsung surat pengunduran diri seluruh jajaran menterinya. Kabinet yang membubarkan diri tersebut tercatat baru berjalan sejak ditunjuk oleh presiden pada awal tahun 2024 lalu.
Berdasarkan evaluasi internal pemerintah, tingkat pencapaian kinerja kabinet tersebut dinilai sangat rendah, yakni hanya menyentuh angka sekitar 10% dari target rencana kerja nasional.
Melalui pernyataan resmi di platform media sosial X, Teodoro Nguema Obiang Mangue menegaskan ketidakpuasan pemerintah atas performa tersebut.

