Jum, 19/06/26 · 17.35.21
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Internasional

Gagal Penuhi Target Kerja, Seluruh Anggota Kabinet Guinea Ekuatorial Mengundurkan Diri

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 19 Juni 2026 · 22:002 menit baca
Gagal Penuhi Target Kerja, Seluruh Anggota Kabinet Guinea Ekuatorial Mengundurkan Diri
Seluruh anggota kabinet Guinea Ekuatorial resmi mengundurkan diri massal pada Selasa (16/6/2026) karena hanya mencapai 10% dari target kerja nasional. (Dok. Africa Facts Zone/Via FB)

Pemerintahan Guinea Ekuatorial menghadapi guncangan politik setelah seluruh anggota kabinet secara kolektif resmi mengundurkan diri pada Selasa (16/6/2026). Langkah mundur massal ini diambil setelah jajaran kabinet dinilai gagal memenuhi sebagian besar sasaran pembangunan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Wakil Presiden Guinea Ekuatorial, Teodoro Nguema Obiang Mangue, mengumumkan bahwa Perdana Menteri Manuel Osa Nsue Nsua telah menyerahkan langsung surat pengunduran diri seluruh jajaran menterinya. Kabinet yang membubarkan diri tersebut tercatat baru berjalan sejak ditunjuk oleh presiden pada awal tahun 2024 lalu.

Berdasarkan evaluasi internal pemerintah, tingkat pencapaian kinerja kabinet tersebut dinilai sangat rendah, yakni hanya menyentuh angka sekitar 10% dari target rencana kerja nasional.

Melalui pernyataan resmi di platform media sosial X, Teodoro Nguema Obiang Mangue menegaskan ketidakpuasan pemerintah atas performa tersebut.

AS dan Iran Resmi Teken MOU Damai, Sepakat Akhiri Perang dan Buka Selat Hormuz
Baca Juga

AS dan Iran Resmi Teken MOU Damai, Sepakat Akhiri Perang dan Buka Selat Hormuz

“Tingkat pelaksanaan yang dicapai jelas tidak memadai dibandingkan dengan harapan dan komitmen yang telah diambil,” ujar Teodoro.

(Dok. Mikasa Dewabrata)

Marak Korupsi dan Gagal Diversifikasi Ekonomi
Ketidakpuasan terhadap kinerja kabinet ini juga ditegaskan oleh partai penguasa, Democratic Party of Equatorial Guinea (PDGE). Melalui pernyataan resminya, pihak partai mengungkapkan beberapa persoalan krusial yang mendasari langkah mundur ini, seperti maraknya praktik korupsi, keterlambatan eksekusi berbagai proyek pembangunan strategis, serta kegagalan pemerintah dalam melakukan diversifikasi ekonomi di sektor pertanian guna menekan angka impor.

Hingga saat ini, perekonomian Guinea Ekuatorial masih sangat bergantung pada sektor minyak dan gas (migas) sebagai sumber utama pendapatan ekspor. Meski negara tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, sebagian besar dari 1,8 juta penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan akibat ketimpangan distribusi kesejahteraan serta penurunan permintaan minyak global dalam beberapa tahun terakhir.

Kendali Penuh Presiden Teodoro Obiang
Kendati seluruh jajaran menteri telah meletakkan jabatan, situasi ini diperkirakan tidak akan menggeser peta kekuatan politik utama di negara Afrika Tengah tersebut.

Trump Klaim Akan Buka Permanen Selat Hormuz demi China
Baca Juga

Trump Klaim Akan Buka Permanen Selat Hormuz demi China

Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo, yang telah memegang kekuasaan sejak 1979 dan menjadi pemimpin dengan masa jabatan terlama di dunia, memegang kendali penuh dalam menunjuk anggota kabinet baru yang rencananya akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

(Hendrawan)