Sen, 03/08/26 · 13.50.44
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

APBD 2027 Terjun Bebas ke Rp12,1 Triliun, Seluruh Kepala Daerah se-Kaltim Sepakat Datangi Kemenkeu

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 3 Agustus 2026 · 19:482 menit baca
APBD 2027 Terjun Bebas ke Rp12,1 Triliun, Seluruh Kepala Daerah se-Kaltim Sepakat Datangi Kemenkeu
Pemprov dan kepala daerah se-Kaltim sepakat mendatangi Kemenkeu guna menyikapi proyeksi APBD 2027 yang merosot tajam ke angka Rp12,1 triliun. (Dok. Portal Kaltim)

Menghadapi ancaman krisis fiskal akibat proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 yang terjun bebas ke kisaran Rp 12,1 triliun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama seluruh bupati dan walikota se-Kaltim sepakat mendatangi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam waktu dekat. Kesepakatan politik-anggaran tersebut dicapai dalam Rapat Koordinasi Keuangan Daerah yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (3/8/2026).

Penurunan proyeksi anggaran ini menyalakan alarm bahaya bagi keberlanjutan program pembangunan di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim. Angka proyeksi Rp12,1 triliun pada 2027 tersebut menyusut tajam dibanding APBD 2026 yang sebesar Rp15,15 triliun, serta merosot hampir separuh jika disandingkan dengan capaian APBD 2025 yang sempat menembus Rp21,74 triliun.

Tekanan fiskal yang kian menghimpit tidak hanya menggoyahkan postur APBD provinsi, tetapi juga mengancam ruang gerak belanja pemerintah kabupaten/kota yang selama ini bergantung pada skema dana transfer dan bantuan keuangan (bankeu).

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa konsolidasi lintas daerah ini menjadi langkah krusial untuk menyamakan persepsi sekaligus memetakan dampak krisis di tiap wilayah.

Penanganan Abrasi Derawan dan Maratua Terancam Molor Akibat APBD Kaltim Dipangkas Rp2,1 Triliun
Baca Juga

Penanganan Abrasi Derawan dan Maratua Terancam Molor Akibat APBD Kaltim Dipangkas Rp2,1 Triliun

“Kita melaksanakan Rakor bersama seluruh kepala daerah dan sekda se-Kalimantan Timur untuk membahas keuangan daerah, terutama perkembangan fiskal di kabupaten dan kota,” tegas Rudy usai rapat.

Daripada bersikap pasif menanti kepastian anggaran, para bupati dan wali kota mendesak Pemprov Kaltim untuk memfasilitasi audiensi langsung dengan pihak Kemenkeu. Langkah “jemput bola” ini dinilai mendesak guna menuntut kejelasan porsi Transfer ke Daerah (TKD) yang menjadi penentu utama struktur APBD.

Rudy mengungkapkan, gagasan untuk mendatangi Kemenkeu murni atas dorongan para kepala daerah yang menginginkan kepastian skema penganggaran secara transparan.

“Teman-teman kepala daerah meminta untuk kita bersilaturahmi ke Kementerian Keuangan, dan insyaallah kami segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan. Insyaallah kita akan bertemu bersama-sama, secepatnya kita jadwalkan,” ujar Rudy.

Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemprov Kaltim Tanam 12 Ribu Bibit Mangrove di Pantai Lamaru
Baca Juga

Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemprov Kaltim Tanam 12 Ribu Bibit Mangrove di Pantai Lamaru

Meski bayang-bayang defisit membendung program daerah, Pemprov Kaltim masih mengintip celah penambahan alokasi dana transfer maupun kucuran bantuan keuangan dari pemerintah pusat sebelum APBD 2027 disahkan secara final.

“Kita masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, kemungkinan ada tambahan dana transfer ke daerah,” pungkasnya.

(Hendrawan)