Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mempertebal sabuk ekologis kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menanam 12.000 bibit mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan Timur, Minggu (26/7/2026).
Aksi massa ini merupakan intervensi krusial untuk menekan laju abrasi sekaligus merawat ratusan ribu hektare benteng alami pesisir yang tersisa di wilayah tersebut dalam rangka peringatan Hari Mangrove Sedunia.
Penanaman di pesisir Benua Etam ini menjadi satu dari 162 titik yang secara serentak memulihkan lahan kritis di 37 provinsi se-Indonesia. Gerakan masif tersebut merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Lingkungan Hidup yang pusat kegiatannya dipusatkan di Bali.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltim, Muhaimin, yang memimpin langsung jalannya penanaman menegaskan bahwa ekosistem pesisir adalah aset yang tidak tergantikan.
Selain menjadi tameng alami dari hantaman gelombang laut, mangrove menopang ketahanan ekonomi warga pesisir hingga berfungsi sebagai penyaring karbon global.
“Kita patut bersyukur karena Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia, yaitu lebih dari 3,45 juta hektare atau sekitar 23 persen dari total luas mangrove global,” ujar Muhaimin saat membacakan amanat tertulis Menteri Lingkungan Hidup di lokasi penanaman.
Muhaimin menekankan, luasan fantastis tersebut bukan sekadar statistik untuk kebanggaan nasional, melainkan amanah besar. Posisi Indonesia dan Kaltim pada khususnya menjadi sangat strategis dalam menentukan arah keberlanjutan iklim dunia.
Beban ekologis yang dipikul Kaltim tercatat cukup besar. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional yang disahkan akhir 2025 lalu, provinsi ini memegang kendali penuh atas 239.805 hektare ekosistem mangrove.
Menyadari besarnya tanggung jawab tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim, Joko Istanto, memaparkan bahwa pemulihan pesisir Lamaru tidak dieksekusi secara serampangan. Langkah fisik di atas lahan seluas 1,2 hektar itu dirancang terukur sebagai turunan dari Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove Daerah (Renaksi-KKMD) Kaltim 2025–2029.
“Total ada 12.000 bibit mangrove yang kami tanam dalam dua etape,” jelas Joko Istanto.
Ia merinci, etape pertama telah berlangsung pada 24–26 Juli dengan menanam 3.200 bibit Rhizophora mucronata. Sementara itu, sisa 8.800 bibit yang terdiri dari 7.800 Rhizophora mucronata dan 1.000 Rhizophora apiculata akan dirampungkan secara bertahap hingga 3 Agustus mendatang.
Selain intervensi fisik, pemerintah menyadari bahwa pelestarian pesisir tidak akan berdampak panjang tanpa adanya mitigasi di ruang kelas. Momentum Hari Mangrove Sedunia ini dikawinkan dengan penguatan ranah edukasi.
Di sela-sela agenda penanaman, Pemprov Kaltim menyerahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi kepada 22 satuan pendidikan. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi sekolah-sekolah yang aktif membangun karakter siswa agar peduli pada daya dukung lingkungan di masa depan.
(Hendrawan)