Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Kabut Asap Karhutla Memburuk, Siswa Sekolah Rakyat di Kotim Dipulangkan

Achmad Fatoni
Achmad Fatoni
Kamis, 10 September 2026 · 08:252 menit baca
Kabut Asap Karhutla Memburuk, Siswa Sekolah Rakyat di Kotim Dipulangkan
Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Kotawaringin Timur dipulangkan akibat kabut asap karhutla pekat, pemda siapkan asrama alternatif bagi pelajar luar daerah. (Dok. BPBD Kotawaringin Timur)

Kepungan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa pengelola Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 01 di kawasan Wengga Metropolitan, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memulangkan para siswa ke keluarga masing-masing, Kamis, (10/9/2026).

Langkah darurat melalui penerbitan surat resmi nomor 400.3.9/534/SRT55KOTIM/2026 tersebut diterapkan bagi pelajar jenjang SMP dan SMA menyusul memburuknya kualitas udara yang mulai mengancam kesehatan pernapasan para penghuni asrama.

Bagi pelajar yang tidak memiliki sanak keluarga di wilayah Kotim, pihak pemerintah daerah memindahkan lokasi penampungan ke asrama alternatif demi menjamin keselamatan anak didik. Skema evakuasi dan pengalihan tempat tinggal sementara para siswa diterangkan oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati.

“Jadi yang saat ini ada asrama itu karena kemarin sekolah mereka terkepung asap. Sehingga anak-anak diliburkan. Jadi yang ada keluarga dia pulang, yang tidak ada keluarga dia kumpul di asrama,” ujar Irawati, Rabu, (9/9/2026).

Terjebak Karhutla di Kotim, Seekor Tenggiling Ditemukan Mati Terpanggang
Baca Juga

Terjebak Karhutla di Kotim, Seekor Tenggiling Ditemukan Mati Terpanggang

Pemberlakuan masa belajar dari rumah tersebut telah berjalan sejak awal pekan ketika konsentrasi asap mencapai fase mengkhawatirkan, dengan menyisakan empat pelajar luar daerah di asrama sementara Islamic Center Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 3 di bawah pengawasan guru.

Kronologi eskalasi paparan asap yang menyelimuti lingkungan kompleks pendidikan diuraikan oleh Kepala Sekolah Rakyat Kotim, Nikkon Bhastari. Penebalan asap pekat hingga memicu gangguan penglihatan dan perih di mata diakui telah melewati ambang batas toleransi.

“Gejala asap terlihat di hari Kamis, tapi masih bisa teratasi dengan bantuan pemadam kebakaran. Ternyata di hari Sabtu sangat parah dan perih akhirnya dipulangkan,” jelasnya.

Meski dialihkan ke rumah keluarga, pemantauan aktivitas belajar dan kesehatan siswa tetap dikontrol secara terpadu oleh para wali asuh serta dewan guru. Ketentuan jadwal pemulangan kembali para siswa ke lingkungan asrama dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.

Menkeu Belum Setujui Tambahan Anggaran IKN Rp15,8 Triliun, Pengamat: Prioritaskan Penanganan Bencana
Baca Juga

Menkeu Belum Setujui Tambahan Anggaran IKN Rp15,8 Triliun, Pengamat: Prioritaskan Penanganan Bencana

“Siswa yang dipulangkan dijadwalkan kembali ke Sekolah Rakyat pada Kamis (10/9/2026) pukul 11.00 WIB. Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah menyesuaikan kondisi kabut asap dan rekomendasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” katanya.

Opsi perpanjangan masa belajar jarak jauh disiapkan oleh pihak otoritas sekolah apabila kepulan asap sisa kebakaran lahan di sekitar permukiman warga belum mereda. Peluang perpanjangan masa libur asrama ditegaskan kembali sebagai penutup penjelasannya.

“Jika di Rabu malam (hari ini) masih tidak memungkinkan, akan diperpanjang belajar dan berkegiatan di rumah sampai hari Minggu,” ujarnya.

(Tony)