Sel, 28/07/26 · 02.02.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Penanganan Abrasi Derawan dan Maratua Terancam Molor Akibat APBD Kaltim Dipangkas Rp2,1 Triliun

Tony
Tony
Selasa, 28 Juli 2026 · 07:491 menit baca
Penanganan Abrasi Derawan dan Maratua Terancam Molor Akibat APBD Kaltim Dipangkas Rp2,1 Triliun
Penanganan abrasi di Kepulauan Derawan dan Maratua terancam molor akibat APBD Kaltim dipangkas Rp2,1 triliun. Pemerintah prioritaskan belanja dasar. (Dok. Ist)

Penanganan kerusakan pesisir akibat abrasi di kawasan wisata Kepulauan Derawan dan Maratua, Kabupaten Berau, dipastikan bakal melambat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terpaksa memotong dan menunda alokasi anggaran penanganan fisik akibat defisit APBD 2026 yang menyusut hingga Rp2,1 triliun.

Penyusutan anggaran daerah dari yang sebelumnya mencapai Rp14,25 triliun menjadi Rp12,1 triliun memaksa pemerintah mengalihkan dana pembangunan fisik pesisir untuk menutupi kebutuhan Standar Pelayanan Minimum masyarakat.

Ancaman abrasi yang kian menggerus daratan dan infrastruktur warga di pulau-pulau kecil tersebut kini dialihkan penanganannya secara bertahap.

“Abrasi di Kepulauan Derawan, Maratua, dan pulau-pulau lainnya tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang ada saat ini,” ujar Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Senin, (27/7/2026).

Gelar Gerakan Ikan Murah, Pemkab Berau Tekan Stunting dan Stabilkan Harga
Baca Juga

Gelar Gerakan Ikan Murah, Pemkab Berau Tekan Stunting dan Stabilkan Harga

Pemerintah daerah mengklaim pemotongan APBD tidak memengaruhi belanja wajib, seperti alokasi dana pendidikan, kesehatan, sanitasi, serta fasilitas dasar masyarakat.

“Karena kita ini lebih fokus kepada standar pelayanan minimum, yaitu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur termasuk di dalamnya sanitasi,” kata Rudy.

Meskipun Pendapatan Asli Daerah diklaim tidak mengalami penurunan, kebijakan efisiensi anggaran secara nasional membuat proyek penahanan abrasi pesisir terancam tidak menjadi prioritas utama.

“Anggaran kita hari ini terbatas. Dari tahun sebelumnya Rp14,25 triliun, tahun ini hanya tinggal Rp12,1 triliun, jadi semakin turun. Turunnya ini bukan karena pendapatan asli daerah yang turun, tetapi karena persoalan efisiensi yang hari ini terjadi,” ujar Rudy.

Pemkab Penajam Kucurkan Rp 4,3 Miliar APBD untuk Bantuan Sekolah Tanpa Seleksi Ekonomi
Baca Juga

Pemkab Penajam Kucurkan Rp 4,3 Miliar APBD untuk Bantuan Sekolah Tanpa Seleksi Ekonomi

Penundaan penanganan abrasi ini dikhawatirkan dapat memperparah kerusakan ekosistem pesisir serta mengancam keberlangsungan ruang hidup warga dan fasilitas publik di destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur tersebut.

(Tony)