Center of Economic and Law Studies (Celios) mendesak Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) merealisasikan komitmen pendanaan dari investor luar negeri ketimbang terus mengandalkan suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menyusul pengajuan tambahan anggaran sebesar Rp15,8 triliun untuk tahun anggaran 2027, Jumat, (11/9/2026).
Desakan tersebut disuarakan menyusul beban fiskal negara yang kian tersedot untuk penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta gangguan transportasi udara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ketergantungan pembiayaan proyek terhadap pos kas negara disorot oleh Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda.
“Sudah saatnya, OIKN menunjukkan adanya investor asing masuk, bawa uang, bukan hanya dari APBN saja,” ujar Nailul Huda, Rabu, (9/9/2026).

