Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Marak Pencurian Telur Penyu di Sangalaki, BKSDA Kaltim Perketat Patroli Pesisir

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 5 September 2026 · 00:202 menit baca
Marak Pencurian Telur Penyu di Sangalaki, BKSDA Kaltim Perketat Patroli Pesisir
BKSDA Kaltim perketat patroli di Pulau Sangalaki Berau menyusul maraknya pencurian telur penyu, Sektor 7 jadi titik rawan penjarahan sarang. (Dok. Ist)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur memperketat patroli pengawasan menyusul masih maraknya aksi pencurian telur penyu di kawasan pesisir Pulau Sangalaki, Kabupaten Berau, Jumat, (4/9/2026).

Peningkatan intensitas pengamanan dilakukan setelah petugas di lapangan berulang kali mengamankan telur hasil jarahan oknum warga untuk kembali ditanam ke sarang penetasan semi-alami demi menjaga kelangsungan populasi satwa dilindungi tersebut.

Kondisi penangkapan pelaku serta penyelamatan telur curian di pulau tersebut diuraikan secara langsung oleh Koordinator BKSDA Kaltim di Pulau Sangalaki, Arsad.

“Lumayan sih, kemarin ada juga warga yang sudah berhasil ditangkap tim patroli. Kita ketemu, nah proses kemarin telurnya kita tanam kembali di sini, hasil pencurian katanya,” kata Arsad, Kamis, (3/9/2026).

Habitat Terbakar Karhutla, Induk dan Anak Orangutan di Ketapang Dievakuasi ke TN Gunung Palung
Baca Juga

Habitat Terbakar Karhutla, Induk dan Anak Orangutan di Ketapang Dievakuasi ke TN Gunung Palung

Skema patroli penjagaan kawasan pantai diterapkan sebanyak dua kali dalam sehari dengan menyesuaikan ritme biologis penyu yang naik bertelur pada malam hingga dini hari. Pembagian waktu patroli lapangan tersebut dipaparkan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Jadi kita di sini stand by di pos. Kita keliling semalam kadang dua kali, di malam hari dan pagi hari. Jadi dua kali saja maksimalnya karena kita enggak bisa standby patroli terus,” jelasnya.

Penyesuaian jadwal penyisiran pantai juga diselaraskan dengan tingkat kerawanan di tapak guna memudahkan pendataan sarang baru.

“Kalau kondisi aman seperti ini, tidak ada pencurian, kita rata-rata pagi karena kita bisa data semua. Kalau malam kadang kita keliling, malam-pagi itu enggak terdata,” ujarnya.

Gagal Menetas, 1.190 Butir Telur Penyu Sitaan Dimusnahkan di Pontianak
Baca Juga

Gagal Menetas, 1.190 Butir Telur Penyu Sitaan Dimusnahkan di Pontianak

Celah waktu saat pergantian giliran istirahat petugas dinilai kerap dimanfaatkan pelaku pencurian untuk menguras seluruh isi sarang penyu yang baru bertelur di tepi pantai. Pola waktu aktivitas penyu bertelur dan kendala pengawasan malam hari dibeberkan dalam penjelasannya.

“Kadang-kadang kita malam keliling belum ada telur yang naik. Dia aktif di jam 2 sampai subuh, di mana kita istirahat juga. Kita keliling lagi paginya, kadang-kadang kalau kita enggak sempat relokasi, berapa pun yang dia temukan itu diambil semua,” katanya.

Titik rawan pencurian teridentifikasi berada di Sektor 7 yang berlokasi di ujung pulau dan berjarak cukup jauh dari pos pengamatan utama petugas. Area favorit pendaratan penyu yang kerap menjadi sasaran empuk para pelaku diungkapkan sebagai penutup keterangannya.

“Yang sering mereka tempat favorit itu di belakang sana ujung pulau jauh dari pos. Kita sebut Sektor 7, tempat favorit penyu bertelur dan juga jauh dari pantauan kita. Nah, di situ yang sering hilang,” pungkasnya.

Upaya pengawasan terpadu di kawasan konservasi kepulauan Derawan terus dimaksimalkan BKSDA Kaltim guna mencegah praktik perburuan ilegal satwa laut yang kian mengancam kelestarian ekosistem pesisir Kalimantan Timur.

(Hendrawan)