Sab, 29/08/26 · 13.56.26
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Gagal Menetas, 1.190 Butir Telur Penyu Sitaan Dimusnahkan di Pontianak

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 29 Agustus 2026 · 19:291 menit baca
Gagal Menetas, 1.190 Butir Telur Penyu Sitaan Dimusnahkan di Pontianak
Balai PK Pontianak musnahkan 1.190 butir telur penyu infertil sitaan Pamtas TNI di Sambas, 96 butir telur lainnya diselamatkan ke ruang inkubasi. (Dok. HO/TNP)

Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak memusnahkan sebanyak 1.190 butir telur penyu infertil hasil sitaan dengan cara dipecahkan dan dikubur di halaman kantor Balai PK Pontianak, Sabtu, (29/8/2026).

Ribuan butir telur penyu sisik dan penyu hijau tersebut merupakan barang bukti hasil penindakan Tim Satgas Pamtas TNI bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Kabupaten Sambas pada awal Agustus 2026.

Dasar pemusnahan serta status pemisahan telur yang masih berpotensi menetas dijelaskan oleh Penata Kelola Kelautan dan Perikanan Balai PK Pontianak, Deden Solihin.

Gelar Dream Wedding Exhibition 2026, Lima Mitra Industri Hadirkan Konsep Kanvas Cinta
Baca Juga

Gelar Dream Wedding Exhibition 2026, Lima Mitra Industri Hadirkan Konsep Kanvas Cinta

‘’Sebanyak 1.190 telur penyu infertil itu artinya telur tersebut yang tidak dapat ditetaskan dan tidak dapat dibuahi sehingga kami musnahkan. Sedangkan untuk yang 96 butir sedang kita tempatkan di inkubasi untuk ditetaskan. Jadi penyu adalah jenis hewan laut yang dilindungi penuh. Jadi untuk telurnya yang tidak bisa ditetaskan kita lakukan pemusnahan,‘’ jelas Deden Solihin, Sabtu, (29/8/2026).

Pemusnahan ini dilakukan sebagai implementasi mandat peralihan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 yang menetapkan kewenangan konservasi penyu berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bekerja sama dengan PSDKP, Balai Karantina, DKP Kalbar, dan Sealife Indonesia.

Pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa laut yang terancam punah ditegaskan lebih lanjut dalam keterangannya.

“Terima kasih kepada rekan media yang telah ikut kegiatan ini. Himbauan kami sampaikan kepada masyarakat seluruh Indonesia dan khususnya Kalimantan untuk melakukan konservasi terhadap penyu termasuk telurnya, ini terkait penyu ini termasuk jenis ikan yang dilindungi termasuk penyu penyu dan telurnya. Jadi kami harapkan kita bersama melakukan konservasi karena kondisinya terancam punah dan dilindungi secara penuh oleh hukum,” imbau Deden.

(Rudi)