Sen, 15/06/26 · 16.16.10
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Olahraga

Pertina Kalbar Siapkan Venue Tinju Berkonsep Sport City di Kubu Raya

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 15 Juni 2026 · 21:522 menit baca
Pertina Kalbar Siapkan Venue Tinju Berkonsep Sport City di Kubu Raya
Pertina Kalbar menyiapkan Agro Wisata Dream Land Holtipark Kubu Raya sebagai venue tinju terpadu. Proyek mengusung konsep Sport City dan Sport Tourism. (Dok. Pertina Kalbar)

Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kalimantan Barat menyiapkan kawasan Agro Wisata Dream Land Holtipark di Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, sebagai venue olahraga baru. Langkah ini diambil untuk mengimplementasikan konsep Sport City yang mengintegrasikan prestasi atlet dengan sektor pariwisata dan industri.

Venue yang terletak di Jalan Masjid Parit Harunah tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas cabang olahraga tinju di Kalbar dan Kota Pontianak. Pemilihan lokasi luar ruangan (outdoor) ini ditujukan untuk memadukan tiga pilar pembangunan olahraga modern, yakni sport tourism (wisata olahraga), sport industry (industri olahraga), dan sport science (ilmu pengetahuan olahraga).

Kawasan wisata ini memiliki aksesibilitas yang terhubung melalui Jalan Kolam Renang Ampera menuju area pemukiman warga sebelum menjangkau lokasi utama. Integrasi area ring tinju dengan destinasi agrowisata diharapkan mampu memberikan atmosfer kompetisi yang baru bagi para pelaku olahraga.

Ketua Harian Pertina Kalbar, Hamdan Darsani, menjelaskan bahwa diversifikasi fungsi venue ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola penyelenggaraan kejuaraan olahraga di tingkat regional.

Pertina Kalbar Gelar Kejurprov Tinju 2026 di Kubu Raya
Baca Juga

Pertina Kalbar Gelar Kejurprov Tinju 2026 di Kubu Raya

“Kami ingin olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi, pariwisata, dan edukasi bagi masyarakat. Karena itu konsep yang dikembangkan mengarah pada sport tourism, sport industry, dan sport science,” ujar Hamdan di Kubu Raya.

Hamdan menilai tren infrastruktur olahraga saat ini tidak lagi dapat dibangun secara konvensional atau terisolasi, melainkan harus memiliki efek rembesan (multiplier effect) yang menguntungkan sektor usaha mikro dan jasa di sekitar lokasi.

“Ketika sebuah kejuaraan dilaksanakan, yang bergerak bukan hanya sektor olahraga. Hotel, kuliner, transportasi, UMKM hingga destinasi wisata juga ikut merasakan manfaatnya. Ini yang ingin kami bangun di Kalbar,” kata Hamdan.

Pada aspek pengembangan sport industry, Pertina Kalbar merancang venue ini sebagai ruang pamer komersial bagi komoditas sandang olahraga (apparel), penyedia perangkat tanding, hingga wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal untuk menyasar para pengunjung dan penonton yang hadir.

BBM Subsidi Diduga Diselewengkan di Kalbar, Pertamina Ancam Pecat Pelaku
Baca Juga

BBM Subsidi Diduga Diselewengkan di Kalbar, Pertamina Ancam Pecat Pelaku

“Kami berharap ke depan semakin banyak pelaku usaha olahraga yang terlibat, mulai dari perlengkapan pertandingan, apparel, hingga produk-produk UMKM yang bisa dipromosikan kepada pengunjung,” urai Hamdan.

Sementara terkait penerapan sport science, manajemen performa atlet tinju ke depan akan disuntik dengan pendekatan metode ilmiah, mulai dari intervensi asupan nutrisi, pola pemulihan fisik (recovery), hingga analisis data taktis di atas ring.

“Pembinaan atlet modern harus didukung pendekatan ilmiah, baik dari sisi kebugaran, nutrisi, pemulihan, hingga analisis performa. Karena itu konsep sport science menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan olahraga masa depan,” tegasnya.

Melalui skema ini, Agro Wisata Dream Land Holtipark ditargetkan menjadi alternatif utama lokasi turnamen boxing skala daerah maupun nasional, sekaligus menjadi model percontohan pembangunan kawasan Sport City terpadu di Kalimantan Barat.

(Hendrawan)