Sen, 27/07/26 · 04.10.45
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Ekonomi

Rupiah Berpotensi Melemah Usai Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia

Memei
Memei
Senin, 27 Juli 2026 · 10:021 menit baca
Rupiah Berpotensi Melemah Usai Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan tertekan di tengah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan penantian arah suku bunga global, Senin (27/7/2026). (Dok. Bank BI)

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berisiko melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026). Selain dipengaruhi oleh dinamika pasar global, pergerakan rupiah turut dibayangi oleh sentimen domestik terkait pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia.

Pada perdagangan pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) Senin pagi, rupiah tercatat berada di level Rp17.987 per dolar AS atau melemah 0,13 persen. Posisinya di pasar spot diproyeksikan akan bergerak pada rentang Rp17.890 hingga Rp18.100 per dolar AS.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo. Posisi pimpinan bank sentral untuk sementara akan diisi oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti.

“Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau memimpin Bank Indonesia,” kata Prasetyo.

Gubernur Bank Indonesia Mundur, Indeks Saham Anjlok
Baca Juga

Gubernur Bank Indonesia Mundur, Indeks Saham Anjlok

Dari sisi luar negeri, tensi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mulai mereda sempat menahan laju kenaikan harga minyak dunia ke posisi US$92,16 per barel. Hal ini memberi sedikit kelonggaran bagi pergerakan mata uang Asia.

Meski demikian, pasar keuangan global masih bersikap hati-hati menjelang pengumuman keputusan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang dijadwalkan pada pertengahan pekan ini.

Jika Bank Sentral AS tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, risiko arus modal keluar (capital outflow) dari pasar berkembang seperti Indonesia masih cukup besar.

Dari analisis teknikal, rupiah berada dalam tren melemah (bearish) untuk jangka menengah. Target pelemahan terdekat diperkirakan berada pada kisaran Rp17.980 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Destry Damayanti Jadi Pemimpin Sementara
Baca Juga

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Destry Damayanti Jadi Pemimpin Sementara

Jika tekanan berlanjut dan menembus batas penahan (support), rupiah berisiko melemah hingga level Rp18.100 bahkan Rp18.200 per dolar AS. Namun, jika terjadi pembalikan arah menguat, rupiah berpotensi tertahan di level Rp17.900 hingga Rp17.800 per dolar AS.

(Tony)