Sen, 27/07/26 · 04.34.14
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia Mundur, Indeks Saham Anjlok

Memei
Memei
Senin, 27 Juli 2026 · 10:231 menit baca
Gubernur Bank Indonesia Mundur, Indeks Saham Anjlok
Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini. (Dok. IDX Channel/Via X)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi (27/7/2026). Pada awal sesi, indeks terkonfirmasi terkoreksi 33,61 poin atau 0,54 persen ke level 6.162.

Pelemahan pasar modal domestik ini dipicu oleh sentimen pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Guna menjaga stabilitas pasar keuangan, pemerintah telah menunjuk Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia.

Melansir dari bloomberg, analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya, menilai bahwa respons negatif pasar merupakan bentuk reaksi jangka pendek terhadap dinamika transisi kepemimpinan di bank sentral.

“Kami memperkirakan pergantian kepemimpinan ini dapat memicu ketidakpastian jangka pendek di pasar. Namun, penunjukan Destry Damayanti diharapkan mampu menjaga keyakinan pelaku pasar terhadap konsistensi kebijakan moneter,” ujar Andrey.

Rupiah Berpotensi Melemah Usai Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia
Baca Juga

Rupiah Berpotensi Melemah Usai Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia

Laporan riset dari Mirae Asset Sekuritas memperkirakan tekanan jual berpotensi melanda saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Selain itu, tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah diperkirakan meningkat seiring peningkatan risiko pasar.

Dari sisi teknikal, analis BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak terbatas pada rentang batas bawah (support) 6.137 dan batas atas (resistance) 6.268.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas mencatat pergerakan IHSG juga dibayangi oleh sentimen global, seperti dinamika geopolitik, pergerakan harga minyak dunia, serta rilis kinerja keuangan emiten kuartal II-2026. IHSG diperkirakan masih berpotensi menguji level psikologis 6.000 hingga 6.100.

(Memei)