Kam, 30/07/26 · 16.55.29
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Warga Siantan Hilir Manfaatkan Pekarangan Sempit Kelola Limbah Organik Jadi Pangan Mandiri

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 30 Juli 2026 · 22:542 menit baca
Warga Siantan Hilir Manfaatkan Pekarangan Sempit Kelola Limbah Organik Jadi Pangan Mandiri
Kelompok Kreasi Sungai Putat Siantan Hilir olah limbah dapur jadi pakan maggot dan akuaponik guna ciptakan ketahanan pangan mandiri di pekarangan rumah. (Dok. HO/TNP)

Warga Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, memanfaatkan pekarangan rumah sempit untuk mengelola limbah organik menjadi sistem pertanian dan peternakan terpadu berbasis ekonomi sirkular.

Inisiatif lingkungan yang dipelopori kelompok binaan Kreasi Sungai Putat (KSP) tersebut merangkai lima pilar budidaya, yakni maggot lalat Black Soldier Fly, burung puyuh, ayam kampung, lobster air tawar, dan sistem akuaponik dalam satu siklus tanpa limbah.

Skema pengolahan dilakukan dengan memanfaatkan sisa dapur sebagai pakan utama larva maggot, yang selanjutnya dipanen sebagai sumber protein ternak.

Residu budidaya berupa kotoran hewan dan sisa pakan diolah kembali menjadi pupuk organik kasgot serta kompos untuk menutrisi tanaman sayur pada rak akuaponik.

Urai Antrean SPBU, Pertamina Gelontorkan 176 KL BBM Ekstra di Pontianak dan Kubu Raya
Baca Juga

Urai Antrean SPBU, Pertamina Gelontorkan 176 KL BBM Ekstra di Pontianak dan Kubu Raya

“Mari bersama mewujudkan pekarangan produktif, keluarga sejahtera, masyarakat sehat, lingkungan lestari,” kata Ketua Kreasi Sungai Putat Syamhudi, Kamis, (30/7/2026).

Transformasi fungsi pekarangan pemukiman disambut positif oleh pengurus wilayah setempat karena mampu mendorong kemandirian usaha warga tanpa memerlukan modal besar.

“Ini dimanfaatkan untuk masyarakat supaya lebih mengerti tentang kegiatan usaha. Mudah-mudahan dari pihak Pertamina nanti bisa membantu pengembangan kelompok usaha,” ujar Ketua RW 004 Siantan Hilir Ponijan.

Dukungan pengembangan kawasan direspon oleh pihak korporasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) guna memperluas jangkauan lokasi pemanfaatan limbah.

Antrean SPBU Mengular, Pemkot Pontianak Desak Pertamina Pulihkan Distribusi BBM
Baca Juga

Antrean SPBU Mengular, Pemkot Pontianak Desak Pertamina Pulihkan Distribusi BBM

“Kegiatan ini dapat terus berjalan. Ada potensi menciptakan bahan makanan sekaligus tambahan penghasilan,” kata Integrated Terminal Manager Pontianak Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Adi Wahyu Christianto.

Peluang replikasi program dinilai sangat terbuka untuk diterapkan pada sejumlah wilayah pemukiman padat lainnya.

“Pengembangan tidak hanya di budidaya maupun satu lokasi. Pengembangan seperti ini dapat dilakukan di beberapa titik,” tutur Adi Wahyu.

Apresiasi turut disampaikan pihak kelurahan atas integrasi pengelolaan sampah dapur yang mampu mengurangi volume beban pembuangan limbah ke TPA sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan skala rumah tangga.

Penerapan metode budidaya akuaponik dan maggot tersebut kini menjadi sarana edukasi lingkungan langsung bagi generasi muda dan masyarakat sekitar dalam membangun ketahanan pangan lokal dari pekarangan rumah.

(Hendrawan)