Warga Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, memanfaatkan pekarangan rumah sempit untuk mengelola limbah organik menjadi sistem pertanian dan peternakan terpadu berbasis ekonomi sirkular.
Inisiatif lingkungan yang dipelopori kelompok binaan Kreasi Sungai Putat (KSP) tersebut merangkai lima pilar budidaya, yakni maggot lalat Black Soldier Fly, burung puyuh, ayam kampung, lobster air tawar, dan sistem akuaponik dalam satu siklus tanpa limbah.
Skema pengolahan dilakukan dengan memanfaatkan sisa dapur sebagai pakan utama larva maggot, yang selanjutnya dipanen sebagai sumber protein ternak.
Residu budidaya berupa kotoran hewan dan sisa pakan diolah kembali menjadi pupuk organik kasgot serta kompos untuk menutrisi tanaman sayur pada rak akuaponik.

