Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Antrean SPBU Mengular, Pemkot Pontianak Desak Pertamina Pulihkan Distribusi BBM

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 28 Juli 2026 · 07:451 menit baca
Antrean SPBU Mengular, Pemkot Pontianak Desak Pertamina Pulihkan Distribusi BBM
Pemkot Pontianak mendesak Pertamina segera menormalkan distribusi BBM akibat antrean kendaraan mengular di SPBU. Pasokan tambahan diminta segera dipasok. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak mendesak PT Pertamina Patra Niaga untuk segera menormalkan pasokan bahan bakar minyak menyusul munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Pontianak.

Kepanikan warga dan kemacetan lalu lintas akibat antrean pengisian BBM dinilai telah mengganggu aktivitas mobilitas masyarakat serta mengancam kelancaran roda perekonomian daerah.

Kendala keterlambatan pengiriman sebelumnya diklaim Pertamina akibat kapal tanker pengangkut BBM terhambat pasang surut air Sungai Kapuas.

“Saya meminta Pertamina bergerak cepat agar distribusi BBM kembali normal. Masyarakat tidak boleh terus menunggu dalam antrean panjang hanya untuk mendapatkan bahan bakar,” tegas Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Senin, (27/7/2026).

Urai Antrean SPBU, Pertamina Gelontorkan 176 KL BBM Ekstra di Pontianak dan Kubu Raya
Baca Juga

Urai Antrean SPBU, Pertamina Gelontorkan 176 KL BBM Ekstra di Pontianak dan Kubu Raya

Pemerintah daerah menilai kendala teknis pelayaran seharusnya sudah dapat dimitigasi sejak awal agar tidak merugikan konsumen dan memicu kelangkaan di tingkat pengecer.

“Apapun kendalanya, masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang menanggung dampaknya terlalu lama. Distribusi harus segera dipulihkan dan langkah antisipasi perlu disiapkan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Edi.

Tambahan pasokan ke SPBU yang mengalami kekosongan stok didesak untuk segera disalurkan guna mengurai penumpukan kendaraan.

Pertamina juga diminta untuk menyampaikan estimasi waktu pemulihan pasokan secara terbuka kepada publik guna mencegah aksi borong akibat panik.

Warga Siantan Hilir Manfaatkan Pekarangan Sempit Kelola Limbah Organik Jadi Pangan Mandiri
Baca Juga

Warga Siantan Hilir Manfaatkan Pekarangan Sempit Kelola Limbah Organik Jadi Pangan Mandiri

“Kepastian informasi sangat penting agar masyarakat tetap tenang dan tidak terjadi kepanikan yang justru memperpanjang antrean di SPBU,” katanya.

Pemantauan di lapangan dan koordinasi bersama BPH Migas serta Pertamina dipastikan bakal terus dilakukan hingga pasokan BBM di seluruh SPBU Kota Pontianak kembali stabil.

(Hendrawan)