Sab, 11/07/26 · 07.52.12
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Mitigasi Dampak El Nino, Otorita IKN Aktifkan Deteksi Dini Karhutla Lewat Komando Digital

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 11 Juli 2026 · 11:512 menit baca
Mitigasi Dampak El Nino, Otorita IKN Aktifkan Deteksi Dini Karhutla Lewat Komando Digital
Otorita IKN gelar simulasi karhutla di KIPP Nusantara hadapi El Nino 2026. Basuki Hadimuljono ingatkan proteksi hutan lewat aplikasi IKNOW dan drone thermal. (Dok. Humas OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengaktifkan sistem deteksi dini terintegrasi untuk mengantisipasi lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena iklim El Nino 2026. Langkah mitigasi ini ditandai dengan simulasi taktis lintas sektor yang melibatkan kementerian, aparat keamanan, dan badan usaha di Helipad MBH, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/7/2026).

Langkah kesiapsiagaan ini diambil menyusul peningkatan intensitas titik panas (hotspot) pada delineasi luar IKN. Data pemantauan mencatat, pada Juni 2026 Kabupaten Kutai Kartanegara mendeteksi 40 titik panas tingkat kepercayaan menengah dan satu titik kepercayaan rendah. Memasuki Juli 2026, grafik merangkak naik menjadi 44 titik tingkat menengah, satu titik tingkat tinggi, dan satu titik tingkat rendah, sementara Kabupaten Penajam Paser Utara masih mencatat posisi nihil hotspot.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan, proteksi area rimba kota merupakan parameter mutlak dalam konstruksi ibu kota baru. Karakteristik geografis di wilayah khatulistiwa menuntut protokol kedaruratan yang konstan.

“Kita berada di kawasan khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Saya ingin mengingatkan bahwa kita harus menjaga alam agar alam juga menjaga kita. Prinsip itu harus menjadi pedoman kita dalam menjaga kawasan hutan di Nusantara,” ujar Basuki Hadimuljono.

Sabet Penghargaan Internasional di Malaysia, Plaza Seremoni IKN Perkuat Posisi Kota Hutan Berkelanjutan
Baca Juga

Sabet Penghargaan Internasional di Malaysia, Plaza Seremoni IKN Perkuat Posisi Kota Hutan Berkelanjutan

Integrasi Panic Button IKNOW dan Mobilisasi Logistik Lapangan
Dinamika penanganan dalam simulasi tersebut menguji dua skenario utama, yakni lokalisasi kobaran api di area rimba kota KIPP dan respons terhadap pelaporan darurat masyarakat melalui fitur panic button pada aplikasi siber IKNOW.

Sistem bekerja secara real-time dari pelaporan digital warga yang langsung terbaca di Nusantara Command Center sebagai basis early warning system. Pusat komando kemudian melakukan verifikasi titik koordinat menggunakan unit drone thermal untuk memetakan sebaran suhu api di klaster geografis yang sulit dijangkau pasukan darat sebelum menerjunkan polisi kehutanan serta pemadam kebakaran.

Di sektor penopang wilayah, koordinasi pemantauan cuaca dan pergerakan fluktuasi iklim terus disinkronkan bersama BMKG serta Kementerian Kehutanan.

Otorita IKN Usul Tambahan Anggaran Rp 15,5 Trilliun demi Target Ibu Kota 2028
Baca Juga

Otorita IKN Usul Tambahan Anggaran Rp 15,5 Trilliun demi Target Ibu Kota 2028

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan menjelaskan, otoritasnya telah menyiagakan satuan tugas khusus di lapangan untuk mengamankan wilayah delineasi dari rembetan api eksternal.

“Kami telah menyiapkan satu tim siaga bencana. Selain itu, kami terus memantau perkembangan titik panas bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan, serta menjaga koordinasi dengan Otorita IKN dalam upaya penanggulangannya,” kata Buyung Dodi Gunawan.

Selain kesiapan logistik pusat, strategi pertahanan lingkungan ini mengandalkan pembentukan klaster bawah melalui program Desa Tangguh Bencana serta Kelompok Masyarakat Peduli Api untuk memotong rantai penyebaran api pada fase awal karhutla sebelum berdampak pada fasilitas vital negara.

(Hendrawan)