Sab, 11/07/26 · 08.52.58
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Tekan Angka Kerentanan Sosial, 77 Warga Rentan Masuk Panti Rehabilitasi Kalsel

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 11 Juli 2026 · 14:122 menit baca
Tekan Angka Kerentanan Sosial, 77 Warga Rentan Masuk Panti Rehabilitasi Kalsel
Sebanyak 77 klien tuna sosial dari 13 kabupaten/kota ikuti karantina 6 bulan di PRSTS Barakat Cangkal Bacari. Dinsos Kalsel siapkan modal usaha. (Dok. Adpim Kalsel)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi memulai program intervensi sosial terpadu penanggulangan penyandang masalah kesejahteraan sosial di tingkat regional. Sebanyak 77 klien penyandang masalah tuna sosial yang didatangkan dari 13 kabupaten dan kota diisolasi sementara untuk mengikuti program karantina pembinaan di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal Bacari, Banjarbaru.

Program kurasi sosial dan vokasional terstruktur ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak Juni hingga Desember 2026 mendatang.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Selamat Riadi memaparkan, pemindahan warga rentan ini bertujuan memutus rantai ketergantungan ekonomi publik melalui pembekalan keahlian teknis hulu. Sektor vokasi dipetakan ke dalam lima klaster jurusan utama, yakni Tata Busana, Tata Rias, Tata Boga, Bengkel Motor, dan Barbershop.

“Selama enam bulan ke depan para klien akan mengikuti berbagai bimbingan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja, tetapi juga pembinaan fisik, mental, sosial, dan spiritual. Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap proses dengan sungguh-sungguh sehingga setelah selesai nanti memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Selamat Riadi, Kamis, (9/7/2026).

Audit Tata Kelola Sekolah Sehat, Pemprov Kalsel Wajibkan Penyelarasan Anggaran Lintas Sektor
Baca Juga

Audit Tata Kelola Sekolah Sehat, Pemprov Kalsel Wajibkan Penyelarasan Anggaran Lintas Sektor

Selamat menjelaskan bahwa kurikulum panti mencakup aspek manajemen kepribadian, mitigasi psikologis, dan disiplin fisik melalui senam rutin. Dari sisi penguatan ekonomi pasca-karantina, otoritas daerah berkomitmen menyalurkan alokasi stimulan barang modal agar para peserta tidak kembali terperosok ke dalam klaster tuna sosial di ruang terbuka publik.

“Bantuan tersebut diharapkan dimanfaatkan untuk memulai usaha sendiri sehingga nantinya peserta dapat mandiri secara ekonomi, tidak bergantung kepada orang lain, serta mampu menghidupi diri sendiri maupun keluarganya,” tegas Selamat.

Distribusi Demografi Klien Lintas 13 Kabupaten dan Kota
Berdasarkan pemetaan sosiologis makro, problem tuna sosial dan kerentanan ekonomi tersebar di seluruh unit administratif Kalimantan Selatan. Pihak panti melakukan kuota penyerapan untuk menyamaratakan jangkauan perlindungan sosial.

Anggaran Daerah Terbatas, Pemprov Kalsel Susun Prioritas Pembinaan Atlet Paralimpik
Baca Juga

Anggaran Daerah Terbatas, Pemprov Kalsel Susun Prioritas Pembinaan Atlet Paralimpik

Kepala PRSTS Barakat Cangkal Bacari Noor Yanti merinci persebaran domestik dari total 77 klien yang kini mendekam di mess pembinaan. Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Balangan menjadi penyumbang kuota terbesar dalam gelombang karantina kali ini.

“Program rehabilitasi ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan rasa percaya diri. Kami berharap setelah kembali ke masyarakat, para klien mampu beradaptasi dengan baik, memiliki pekerjaan atau usaha sendiri, serta menjadi pribadi yang produktif dan mandiri,” urai Noor Yanti.

Secara administratif, data manifes unit panti mencatat rincian asal daerah klien meliputi Kabupaten Hulu Sungai Selatan 10 orang, Kabupaten Balangan 10 orang, Kabupaten Banjar 8 orang, Kabupaten Hulu Sungai Utara 8 orang, Kabupaten Tabalong 8 orang, Kabupaten Tapin 7 orang, serta Kabupaten Hulu Sungai Tengah 6 orang.

Selanjutnya disusul oleh Kabupaten Kotabaru 5 orang, Kabupaten Tanah Laut 4 orang, Kabupaten Barito Kuala 4 orang, Kota Banjarmasin 3 orang, Kabupaten Tanah Bumbu 3 orang, dan Kota Banjarbaru 1 orang. Seluruh instrumen operasional panti kini difokuskan pada pemantauan perilaku dan adaptasi sosial menjelang kelulusan akhir tahun.

(Hendrawan)