Min, 30/08/26 · 16.57.16
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

Kejar Target Ibu Kota Politik 2028, Otorita IKN Evaluasi Ratusan Paket Konstruksi

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Kamis, 16 Juli 2026 · 19:472 menit baca
Kejar Target Ibu Kota Politik 2028, Otorita IKN Evaluasi Ratusan Paket Konstruksi
Otorita IKN percepat pembangunan fisik Tahap II menuju target Ibu Kota Politik 2028. Basuki Hadimuljono evaluasi paket APBN, swasta, dan KPBU. (Dok. OIKN)

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengonsolidasikan percepatan pembangunan fisik Tahap II guna memenuhi target hukum penataan kawasan sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028. Langkah strategis ini mengacu pada amanat regulasi Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025.

Audit dan monitoring capaian konstruksi tersebut melibatkan korporasi swasta, kementerian teknis, serta konsultan manajemen induk di Multifunction Hall, Gedung Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Selasa, (14/7/2026).

Struktur pembiayaan megaproyek ini bertumpu pada tiga skema utama, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kementerian, APBN melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi murni swasta.

Melalui pagu fiskal APBN yang dikelola langsung oleh Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik. Rinciannya meliputi 9 paket rampung pada 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi gedung legislatif-yudikatif serta utilitas air minum, dan 16 paket masuk fase persiapan lelang.

Di Balik Seremoni HUT ke-81 RI di IKN: Meneguhkan Konsep Kota Hutan dan Kohesi Sosial
Baca Juga

Di Balik Seremoni HUT ke-81 RI di IKN: Meneguhkan Konsep Kota Hutan dan Kohesi Sosial

Sebaran Proyek Strategis Kementerian dan Pengetatan Prosedur K3
Di sektor infrastruktur jalan tol dan akses jembatan, Kementerian Pekerjaan Umum mencatat pengelolaan 90 paket pekerjaan fisik, dengan capaian 78 paket telah selesai dan 12 paket masih dalam proses konstruksi di lapangan.

Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket, dengan 11 paket dinyatakan rampung. Satu paket tersisa yang dikebut adalah pembangunan rumah susun relokasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menginstruksikan seluruh penyedia jasa konstruksi untuk memperketat standarisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seiring tingginya ritme kerja di area KIPP.

67 Investor Tanam Modal Rp74,54 Triliun di Ibu Kota Nusantara
Baca Juga

67 Investor Tanam Modal Rp74,54 Triliun di Ibu Kota Nusantara

“K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan,” tegas Basuki Hadimuljono.

Untuk sektor investasi swasta, 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), dengan rincian 9 proyek selesai dan 6 proyek memasuki tahap konstruksi, termasuk fasilitas pendidikan tinggi dan rumah sakit.

Adapun skema KPBU saat ini mencakup 13 proyek prakarsa. Dalam waktu dekat, skema ini akan memulai pembangunan fisik 108 unit rumah tapak oleh PT Intiland Development Tbk serta 8 menara rumah susun oleh PT Nindya Karya.

(Dayank Ana)