Aspek pemenuhan hak kesetaraan bagi penyandang disabilitas di ruang publik menjadi sorotan di tengah agenda konsolidasi kepemudaan daerah. Laura, seorang siswi kelas 10 Sekolah Luar Biasa (SLB) C Dharma Asih, menampilkan tarian tunggal sebagai bentuk demonstrasi kemampuan seni visual pada panggung Temu Karya Daerah (TKD) Karang Taruna Kalimantan Barat, Minggu, 12 Juli 2026.
Meski hanya memiliki waktu persiapan teknis kurang dari 24 jam, penampilan tersebut difungsikan sebagai desakan nyata terhadap minimnya akses, wadah apresiasi, dan ruang eksistensi bagi kaum disabilitas di tingkat regional.
Pendamping perwakilan sekolah, Dede memaparkan bahwa pelibatan aktif siswa SLB dalam agenda formal berskala provinsi merupakan langkah taktis untuk memotong stigma negatif di masyarakat. Otoritas sekolah menyoroti ketimpangan fasilitas pendukung bakat yang masih dialami anak-anak berkebutuhan khusus, terutama di kawasan pelosok.
“Kami berharap Karang Taruna menjadi wadah yang lebih inklusif. Mereka memiliki keistimewaan yang tidak boleh terisolasi hanya karena perbedaan kondisi fisik,” ujar Dede.

